::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Rais ‘Aam PBNU: Jangan Jadi Kiai Gasing

Kamis, 20 April 2017 14:00 Nasional

Bagikan

Rais ‘Aam PBNU: Jangan Jadi Kiai Gasing
Jakarta, NU Online
Rais ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mendorong kiai-kiai NU untuk menjadi kiai yang bukan hanya pintar dalam hal agama tetapi juga menjadi penggerak dalam mengembangkan masyarakatnya. Baginya, NU itu adalah jamaah dan juga organisasi sosial kemasyarakatan.

“NU itu jamiyyah. Oleh karena itu kiai harus menjadi organisator. Bagaimana kiai juga harus menggerakkan dan mengorganisasikan umat,” kata Kiai Ma’ruf saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Wawasan Keualamaan (PPWK) dan Hari Lahir Lakpesdam PBNU di Jakarta, Selasa (18/4) malam.

Maka dari itu, Kiai Ma’ruf meminta kepada para kiai untuk menjadi kiai bisa menggerakkan umat, bukan menjadi kiai yang hanya bergerak sendiri. 

“Saya minta kiai jangan jadi kiai gasing. Dia muter sendiri tapi pengurus dan umat tidak bergerak. Kiai muharrik dan kiai gasing itu berbeda,” urainya.

Menurut dia, NU itu adalah organisasi yang besar dan memiliki potensi yang juga besar. Ia berharap, baik pengurus tanfidziyah dan pengurus syuriah mau mengembangkan NU agar menjadi organisasi yang benar-benar besar dan kuat.

“Tanfidziyah dan syuriah harus menggerakkan,” jelasnya.

Lebih jauh, ia mengatakan, ulama itu harus dicetak dan dilahirkan. Baginya, kiai penggerak itu tidak lahir dengan sendirinya. 

“Mencetak ulama itu penting. Kalau tidak dicetak maka habis nanti. Dan pondok pesantren itu pabriknya untuk mencetak ulama,” ucapnya.’ 

PPWK adalah upaya yang dilakukan oleh PBNU melalui Lakpesdam untuk mencetak kiai-kiai yang ahli dalam agama dan juga penggerak. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)