::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kemenag Gelar Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online

Jumat, 21 April 2017 08:51 Nasional

Bagikan

Kemenag Gelar Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online
Jakarta, NU Online
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kementerian Agama menggelar kegiatan Penyusunan Standar Literasi Media Islam Online. Kegiatan yang menggandeng sejumlah portal media Islam online ini dinilai penting untuk merajut literasi dan menghindrkan diri dari berita-berita-berita palsu (hoax).

Dalam kegiatan yang berlangsung Kamis-Sabtu (20-22/4) di Hotel Lumire Jakarta Pusat ini, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhammadiyah Amin mengungkapkan, selama ini stigma yang menyebutkan bahwa hoax banyak diproduksi oleh media-media Islam harus bisa ditepis.

“Justru media Islam harus berperan dalam menjernihkan berita-berita hoax itu,” jelas Muhammadiyah Amin dalam sambutan pembukaannya, Kamis (20/4).

Menurutnya, arus informasi yang kini mengalir deras, tidak hanya dari media Islam, tetapi juga media konvensional harus menjadi perhatian serius para pengelola media Islam sebagai penjernih dan penyeimbang informasi.

Pria asal Makassar tersebut berharap, pertemuan penting ini dapat dioptimalkan media Islam untuk menyusun standar literasi yang nantinya menjadi pedoman pemberitaan. Langkah ini dilakukan agar media Islam terus menjunjung tinggi kebenaran, memihak kepada kepentingan masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.

Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan Thobib Al-Asyhar menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan lanjutan dari kegiatan-kegiatan sebelumnya dengan media Islam. Menurutnya, penguatan literasi media Islam penting agar produksi informasi dan berita terhindar dari hoax.

Langkah ini, menurutnya, merupakan tugas Bimas Islam Kemenag untuk menggandeng para pengelola media Islam agar dapat menjalankan fungsi pembinaan masyarakat dalam bentuk penyediaan informasi dan berita.

Selain para pengelola dan jurnalis media Islam, kegiatan ini juga dihadiri oleh para wartawan senior, Biro Humas dan Data Kemenag, Dewan Pers, dan para pengelola media di bawah naungan Ormas Islam di Indonesia. (Fathoni)