::: NU menyelenggarakan rukyat awal Ramadhan 1438 H pada Jumat, 26 Mei 2017 di berbagai daerah di Indonesia  ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peneliti Harus Fokus Agar Hasilkan Karya Bermanfaat

Jumat, 21 April 2017 20:01 Nasional

Bagikan

Jakarta, NU Online 
Kepala Pusat Inovasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Nurul Taufiqurochman mengungkapkan, para peneliti harus fokus dalam melakukan kerjanya.

“Penelitian sekecil apa pun asalkan fokus, sampai menghasilkan karya, sehingga ketika karya penelitian tersebut berhasil, akan dicontoh orang lain,” katanya pada Rapat Kerja Pertama Lembaga Peneltian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Indoneisa (UNUSIA)  di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Kamis (20/4).

Ia menyebutkan hal tersebut sangat sesuai dengan nilai-nilai keislaman yakni keteladanan. Selain itu, penelitian juga idealnya dilakukan dengan bekerja sama dengan pihak lain. “Peneletian dan pengembangan keilmuan harus bekerja sama dengan berbagai pihak, misalnya Pemda dan perusahaan-perusahaan swasta,” imbuh pria kelahiran Malang, 15 Agustus 1970.

LPPM UNUSIA, kata dia, memiliki kesempatan terbuka lebar dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Salah satu upaya UNUSIA mendirikan  science techno park (pusat ilmu dan teknologi) karena di Indonesia masih kekurangan dalam hal itu.

Ia juga melihat posisi UNUSIA yang strategis, yakni memiliki kampus di Parung, Bogor. “Science teckno park ini bisa menghubungkan antarstakeholder. Jadi bisa berperan dalam penerapannya. Misal hasil penelitian dasar di LIPI, lalu penerapan hasil penelitian yang cocok untuk masyarakat bisa dikembangkan di science techno park,” ungkapnya.

Peraih gelar doktor bidang Material Process dan Engineering dari Kagoshima University, Jepang itu mendorong, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan memprioritaskan pada bidang yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Rektor UNUSIA M Maksoem Mahfoedz mengungkapkan, pentingnya kerja sama ilmuan eksakta dengan bidang sosial. “Teknokrat membutuhkan dukungan dari ilmuwan sosial. Jadi, yang mendalami bidang sosial jangan pesimis. Kalau enggak ada yang mengenalkan dan mendakwahkan hasil penelitian, bagaimana bisa dimanfaatkan,” ungkap Maksoem.

Sementara itu Ketua PBNU Sulton Fatoni menanggapi penelitian juga dapat berpegang pada produk-produk berbasis kampus dan dapat dijual secara online. Ia mencontohkan salah satu hasil penelitian yakni teh celup yang dapat mencegah penyakit kanker.  “Orang harus antri untuk mendapatkan produk itu,” paparnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)