::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Baca Maulid Simtut Durar di Monumen Ari-ari Kartini

Jumat, 21 April 2017 19:29 Daerah

Bagikan

Baca Maulid Simtut Durar di Monumen Ari-ari Kartini
Jepara, NU Online 
Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mayong, Jepara membacakan maulid Simtut Durar di Monumen Ari-ari Kartini di kompleks kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah pada Kamis (20/4) malam. Pembacaan maulid dipimpin Amin Makruf (Banser) dan Sakdullah (IPNU) serta diiringi oleh 40 penerbang dari Ansor ranting dan pesantren se-kecamatan Mayong. 

Kegiatan dihadiri pengurus MWCNU, Danramil, Polsek, Camat juga 80an jamaah. Ketua panitia, Misbahul Munir mengatakan kegiatan di Monumen Ari-ari Kartini dilaksanakan baru kali pertama. “Doa dan maulid diiringi rebana merupakan hal yang baru pertama kali dilakukan dalam rangka mengenang kelahiran kartini,” terang Munir.

Sebab itu pihaknya merencanakan tahun depan ingin menggelar kegiatan serupa dengan mengundang 1000 penabuh rebana. Hal lain disampaikan Ahmad Kholas Syihab. Menurut Ketua PAC GP Ansor Mayong kegiatan dilaksanakan untuk mengenang kelahiran tokoh pahlawan perempuan dari Jepara, RA Kartini. 

Syihab memaparkan, Kartini adalah sosok santri yang mempunyai wawasan kebangsaan. “Darinya perempuan bisa merasakan pendidikan dan kedudukan yang layak di masyarakat,” tandas sarjana Psikologi Unissula Semarang ini. 

Ia berharap generasi muda bisa meneruskan spirit Kartini utamanya dengan hal-hal yang positif. 

Dalam mauidlahnya KH Mahrus Ali menegaskan Kartini adalah tokoh wanita santri murid KH Sholeh Darat. Mantan Ketua LDNU Jepara itu menambahkan dari Kartini bisa mencontoh semangat dan dedikasinya untuk memperjuangkan hak-hak yang tertindas. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)