::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Anggia Ermarini Minta Kader Fatayat Mampu Deteksi Gerakan Radikal

Jumat, 21 April 2017 22:03 Nasional

Bagikan

Anggia Ermarini Minta Kader Fatayat Mampu Deteksi Gerakan Radikal
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Anggia Ermarini menyampaikan banyak potensi yang dimiliki kader Fatayat. Menurutnya, potensi tersebut bisa menjadi sarana bagi para perempuan dalam mendidik anak-anaknya, dalam menanamkan nilai-nilai keindonesiaan, keislaman, dan tentang budaya.

“Perempuan sebagai pendidik dan pengajar utama di keluarga ini mempunyai peran yang sangat luar biasa,” kata Anggia saat memberikan sambutan pada Sarasehan Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan Peluncuran Daiyah Anti-Radikalisme Bersama Fatayat NU di Hotel Papandayan, Bandung, Jumat (21/4).

Menurutnya, akhir-akhir ini perempuan dan anak sudah menjadi bidikan sebagai pengantin dalam aksi terorisme.

Karena itu, ia berharap kepada para kadernya yang ada di bawah dan mempunyai peran di masyarakat seperti menjadi guru, ustadzah, atau kader posyandu agar menyebarkan keterampilan dalam mendeteksi gerakan yang membahayakan.

“Impian saya, Fatayat NU yang di lapangan, semua yang ada di masyarakat, semua yang ada di komunitas, ini mampu mendeteksi bahwa ada di sekitar kita gerakan-gerakan yang membahayakan bagi komunitas atau negara kita, ini menjadi tantangan kita,” terang perempuan berkaca mata ini.

Kerja sama Fatayat NU dan BNPT sudah sangat tepat dalam rangka menanggulangi aksi radikalisme dan terorisme.

“Bagaimana Fatayat ini mampu memberikan kontribusi yang besar untuk isu radikalisme terutama,” ujarnya. (Husni Sahal/Alhafiz K)