::: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un... Sekretaris Jenderal PBNU periode 1999-2004 H. Muhyiddin Arubusman meninggal dunia di Rumah Sakit Tebet, Jakarta pada Senin malam (10/4)::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Alasan Pentingnya Jenjang Kaderisasi Jadi Nahdliyin

Sabtu, 22 April 2017 03:05 Daerah

Bagikan

Ini Alasan Pentingnya Jenjang Kaderisasi Jadi Nahdliyin
Jombang, NU Online
Pentingnya memperhatikan jenjang kaderisasi Nahdlatul Ulama (NU) kembali digulirkan menjelang konferensi cabang (Konfercab) NU besok (22-23/4) di Pesantren Tebuireng setelah beberapa bulan lalu sempat menjadi perbincangan di kalangan pemuda NU. Kaderisasi merupakan syarat mutlak dalam ber-NU.

Hal ini disampaikan Ketua GP Ansor Jombang H Zulfikar Damam Ikhwanto kepada NU Online, Kamis (20/4).

Menurutnya adanya jenjang kaderisasi di NU salah satu tujuannya adalah untuk menciptakan regenerasi NU yang sehat. Hingga kader yang dari level paling bawah pun (pengurus ranting, red) pada saatnya akan menempa kepengurusan di atasnya dan seterusnya.

"Jenjang kaderisasi yang sudah maklum adanya harus dijalankan sebaik-baiknya, IPNU, PMII, GP Ansor NU, NU, IPPNU, PMII (Kopri), Fatayat NU, Muslimat NU sehingga tidak memaksakan mengambil pengurus dari latar belakang yang tidak jelas atau tidak sesuai disiplin kaderisasi di NU," ujarnya.

Menurut pria yang kerap disapa Gus Antok itu, selama ini jenjang kaderisasi NU kurang diperhatikan. Dampaknya, kepengurusan NU seolah bersifat inklusif bagi siapapun dan dari kalangan apapun. Padahal, kondisi ini rawan akan penyusupan kelompok yang tidak pro pada NU, bahkan kalangan yang sebenarnya ingin merusak NU dari dalam.

"Ini kan sangat bahaya bagi NU, baik dari sisi struktural maupun kulturalnya. Jangan-jangan orang yang mau masuk NU atau yang sudah masuk NU adalah orang yang sebenarnya mau merusak NU," kata Gus Antok.

Namun demikian, kondisi tersebut bukanlah kondisi yang tidak bisa diubah. Momentum Konfercab ini menjadi forum penting untuk memusyawarahkan perihal kondisi tersebut. Sehingga pengurus NU dari level ranting sampai PCNU adalah orang-orang yang jenjang disiplin kaderisanya sudah sama-sama menempa.

"Kalau jenjang kaderisasi ini jalan, NU akan semakin kuat. Semua pengurus NU sudah sama-sama menempa kaderisasi NU," paparnya.

Ia mengatakan, tak sedikit kader GP Ansor yang seharusnya melanjutkan pengabdiannya di PCNU setelah masa pengabdian di GP Ansor usai, malah tidak mendapat wadah yang semestinya. "Banyak sahabat-sahabat GP Ansor yang sudah usai masa khidamatnya tidak ditarik ke PCNU," tuturnya.

Karenanya, pada forum musyawarah tertinggi tingkat cabang itu, ia berharap peserta forum mulai memperhatikan dan membahas tuntas soal problem jenjang kaderisasi tersebut. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)