::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

HTI Tidak Sesat, Tapi Tidak Tepat di Indonesia

Kamis, 11 Mei 2017 08:39 Daerah

Bagikan

HTI Tidak Sesat, Tapi Tidak Tepat di Indonesia
Pringsewu, NU Online
Ketua Lrmbaga Bahtsul Masail Provinsi Lampung KH Munawir mengatakan bahwa pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Pemerintah Republik Indonesia sudah tepat. Hal ini tentunya telah melewati berbagai macam kajian komprehensif dengan pertimbangan yang sudah matang.

"HTI tidak sesat. Tapi tidak tepat di Indonesia," tegasnya seraya mengingatkan bahwa Indonesia bukanlah darul Islam (Negara Islam), tapi darussalam (negara keselamatan), Rabu (10/5).

Ia mengingatkan juga bahwa HTI selama ini tidak memiliki peran dan sumbangsih ikut berjuang melawan penjajah di zaman kemerdekaan. Mereka bukan seperti ormas lainnya seperti NU yang telah jelas nyata mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

"Begitu mudahnya mereka datang tidak ikut berjuang, tiba-tiba ingin mengganti ideologi Indonesia dengan sistem khilafah yang sudah dilarang di banyak negara," katanya.

Ia menegaskan bahwa Pancasila dan NKRI adalah harga mati dan sudah final. Menurutnya tidak perlu ada wacana-wacana khilafah di Indonesia. "Jangankan di Indonesia, di negara Timur Tengah HT itu sudah ditolak," tegasnya sembari menilai bahwa pelarangan HTI di Indonesia  terlambat dibanding negara-negara lain.

Lebih lanjut Gus Nawir mengatakan bahwa Hizbut Tahrir secara ekstrem mewajibkan khilafah dan apabila tidak menggunakan sistem tersebut adalah dosa besar. Sementara kajian lain dari Imam Ghazali dalam Al-Iqtishad fi Al-I'tiqad halaman 200 menyebutkan bahwa kajian tentang khilafah tidak penting, dan lebih selamat tidak mengkajinya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)