Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Nisfu Sya’ban Jatuh Malam Ini, Berikut Amalan yang Dianjurkan

Kamis, 11 Mei 2017 14:38 Nasional

Bagikan

Nisfu Sya’ban Jatuh Malam Ini, Berikut Amalan yang Dianjurkan
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa awal bulan Sya’ban 1438 Hijriah jatuh pada Jumat, 28 April 2017. Ikhbar ini didasarkan pada hasil observasi tim rukyat NU yang tak menyaksikan hilal dan karena itu bulan Rajab disempurnakan menjadi tiga puluh hari (istikmal).

Terhitung sejak awal bulan tersebut, pertengahan bulan Sya’ban jatuh pada 12 Mei 2017 atau persisnya sejak Kamis (11/5) malam. Pada malam yang populer dengan sebutan nisfu sya’ban ini lazimnya masyarakat Muslim Indonesia memanfaatkannya untuk meningkatkan ibadah dan menjalankan amalan-amalan tertentu.

Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki dalam kitab Madza fi Sya’ban merinci, setidaknya ada tiga amalan penting yang bisa dilakukan pada malam nisfu sya’ban. Pertama, memperbanyak doa. Kedua, membaca dua kalimat syahadat sebanyak-banyaknya. Ketiga, memperbanyak istighfar. Tidak ada satu pun manusia yang bersih dari dosa dan salah. Itulah manusia.

(Baca: Tiga Amalan Utama pada Malam Nisfu Sya’ban)


Di banyak daerah di Tanah Air, malam nisfu sya‘ban menjadi momen yang ditunggu masyarakat. Mereka memanfaatkan waktu setelah sembahyang Maghrib untuk membaca Surat Yasin sebanyak tiga kali. Aktivitas ini biasanya diiringi dengan berdoa kepada Allah agar diberikan umur panjang, rezeki yang halal, wafat dalam keadaan husnul khatimah, atau lainnya.

(Baca: Hukum Baca Surat Yasin di Malam Nisfu untuk Hajat Tertentu)

Sya’ban merupakan bulan kedelapan dalam hitungan kalender hijriah. Secara harfiah, ia berasal dari syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Ada juga yang mengatakan, sya‘ban berasal dari kata as-syi‘bu’ yang bermakna sebuah jalan di gunung. Secara umum Sya’ban diyakini mengandung keistimewaan, terlebih menjelang tibanya bulan suci Ramadhan. (Mahbib)