::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

GP Ansor Gelar Pertukaran Pemuda Internasional untuk Perkuat Islam Nusantara

Kamis, 18 Mei 2017 20:00 Nasional

Bagikan

GP Ansor Gelar Pertukaran Pemuda Internasional untuk Perkuat Islam Nusantara
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda menyelenggarakan acara pertukaran pemuda antar budaya (Global Intercultural Youth Exchange) dengan tema Strengthening Global Bond for A Better World selama tiga hari, mulai tanggal 18 sampai 20 Mei. Rencananya, peserta akan diajak ke Kebumen dan Yogyakarta untuk melihat secara langsung praktik masyarakat setempat dalam beragama dan berbudaya.

Ketua GP Ansor Abdul Azis Wahid menjelaskan, ini adalah agenda pertukaran pemuda kedua yang diselengggarakan oleh sayap organisasi NU itu. “Ini adalah projek even kedua yang diselenggarakan oleh GP Ansor,” kata Azis saat memberikan sambutan dalam upacara pembukaan acara tersebut di Aula Iqbal Assyegaf Gedung PP GP Ansor Pusat Jakarta, Kamis (18/5).

Azis menjelaskan, maksud dan tujuan diselenggarakannya agenda tersebut adalah untuk memperkenalkan khazanah kebudayaan Indonesia kepada para pemuda dan pelajar internasional, khususnya tentang Islam Nusantara. 

“Intinya kita membuat mereka aware (sadar) tentang konsep Islam Nusantara dalam kehidupan sehari-hari. Supaya mereka mengerti bahwa inilah yang sebenarnya yang dipraktikkan selama ratusan tahun,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan, acara tersebut diadakan untuk membangun kesaling percayaan antar pemuda dari berbagai bangsa. “Kita ingin membangun mutual trust,” tegasnya. 

Rencananya, imbuh Azis, mereka akan mengunjungi salah satu Pondok Pesantren tertua yang berada di Kabupaten Kebumen. Sementara di Yogyakarta dipilih karena Kota Gudeg tersebut adalah merupakan pusat kebudayaan nusantara.  

“Pesantren Al-Kahfi itu hampir empat ratusan tahun dan memiliki sejarah yang panjang terhadap perjalanan Islam di Indonesia. Mereka menjadi laskarnya Islam sejak zaman dahulu. Yang kedua Yogya sebagai ikon budaya,” urainya.

Senada dengan itu, Pengurus Departemen Luar Negeri GP Ansor Fathul Masykur mengatakan, agenda ini berupaya untuk mengenalkan Islam Nusantara dengan cara yang ringan, menghibur, dan menyenangkan.

“Kita akan ajak jalan-jalan ke beberapa destinasi yang memiliki nilai budaya dan agama. Di Kebumen, mereka akan dikenalkan dengan kehidupan pesantren. “Dan Insyaallah kita akan bertemu sultan di Yogya,” ungkapnya. 

Ia berharap, agenda ini akan membuat hubungan pemuda antar negara tersebut menjadi semakin erat. “Bisa mengenal satu sama lain dan juga saling belajar,” cetusnya.  

Acara pertukaran pemuda tersebut diikuti oleh 85 peserta yang berasal dari 23 negara. Ada yang dari Sudan, Yordania, Belanda, dan Amerika Selatan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)