Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pancasila itu Islami, Qura’ni, dan Rabbani

Jumat, 19 Mei 2017 19:38 Nasional

Bagikan

Pancasila itu Islami, Qura’ni, dan Rabbani
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Helmy Faishal Zaini mengungkapkan, Pancasila itu memiliki nilai-nilai yang islami, sesuai dengan Al-Qur’an, dan perintah Allah. Oleh karena itu, ia mengaku heran dengan orang yang berpandangan bahwa Pancasila itu adalah toghut. 

“Pancasila itu islami, qura’ni, dan rabbani,” kata Helmy pada diskusi dengan tema Negara Pancasila dan Khilafah yang diselenggarakan oleh Perpustakaan PBNU di Lantai 2 Gedung PBNU, Jakarta (19/5). 

Menurut dia, sila pertama di dalam Pancasila itu sangat sesuai dengan isi dari surat Al Ikhlas ayat pertama. “Kalau kita baca surat Al Ikhlas. Kalau terjemahan Indonesianya katakanlah Tuhanmu itu satu. Ini kan Ketuhanan yang Maha Esa. Itu sudah letterlek qur’ani,” jelasnya.

Sila kedua, jelas Helmy, sesuai dengan misi yang diemban oleh Nabi Muhammad yaitu untuk menyempurnakan akhlak. Begitupun dengan sila kedua yang menyasar kepada nilai-nilai keadilan dan keberadaban. 

“Sila ketiga persatuan Indonesia. Jelas di dalam Al-Quran disebutkan bahwa wa’tasyimu bihablillah jami’a wala tafarroqu,” terang mantan Ketua Lembaga Pertanian PBNU itu.

Sedangkan sila keempat, imbuh Helmy, sejalan dengan kaidah fikih yang menjelaskan bahwa kebijakan seorang pemimpin harus berorientasi dengan kemaslahatan yang dipimpinnya. “Jadi faktor kemaslahatan itu yang utama,” jelasnya.

“Sila kelima, itu kata-kata adil banyak sekali disinggung di dalam Al-Qur’an,” tegasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)