::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan

Kamis, 01 Juni 2017 23:02 Daerah

Bagikan

Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan
Banyuwangi, NU Online
Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuwangi KH Ahmad Shiddiq mengatakan, keberadaan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga tidak bisa dipisahkan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Baginya, NU berkontribusi banyak dalam membangun fundamen negeri ini. "Karena NU mampu menancapkan nilai-nilai toleransi di tengah-tengah perbedaan untuk membangun fondasi negara, yaitu Undang-undang, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI," jelas kiai yang akrab disapa Gus Shiddiq ini di hadapan ratusan Nahdliyin saat tugas sambutan safari Ramadhan di Masjid Al-Fatah, Mojosari, Banyuwangi.

Menurutnya, metode dakwah yang menyebarkan nilai-nilai kedamaian untuk konteks saat ini sangat dibutuhkan. “Sesuai dengan ciri khas agama Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Bukan Islam yang mengajarkan radikalisme dan  terorisme yang nyaris mencerai beraikan ukhwah islamiyah dan basyariah dalam konteks berbangsa dan bernegara saat ini," tutur pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari ini.

Gus Shiddiq kemudian mengambil contoh kasus ketika proses awal berdirinya NU dengan tekanan terbesar ketika terjadi perubahan di timur tengah, yakni saat Abdul Aziz bin Abdul Rahman atau dikenal dengan sebutan Ibnu Saud menguasai Makkah-Madinah.

"Ibnu Saud ini (yang) berpandangan Wahabi hendak menerapkan asas tunggal Wahabi dan memberangus madzhab-madzhab lain di dua tempat suci orang Islam dan ingin menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap dapat menyeret di lembah kemusyrikan," terang Gus Shiddiq.

Pada akhirnya, NU mengirimkan delegasi guna menyampaikan keberatan kepada Raja Abdul Aziz di bawah payung organisasi yang diberi nama Nahdlatul Ulama.

"Contoh di atas adalah model dakwah yang santun, damai, dan terukur  sebagaimana telah dicontohkan oleh ulama-ulama dalam penyelesaian konflik. Dan itu sukses. Sehingga kita dan anak cucu kita masih dapat menikmati situs-situs peninggalan Nabi," jelas Gus Shiddiq.

"Beda itu biasa, akan tetapi ketika perbedaan itu disikapi dengan adanya pendekatan keilmuan, secara otomatis akan timbul kebijaksanaan setiap ranah perbedaan," tegas Gus Shiddiq. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)