::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Peringati Harlah Kelima, LPOI Tetap Nasionalis Religius

Kamis, 01 Juni 2017 22:25 Nasional

Bagikan

Peringati Harlah Kelima, LPOI Tetap Nasionalis Religius
Jakarta, NU Online
Pada 1 Juni lima tahun lalu, 13 organisasi massa (ormas) Islam bersepakat untuk membentuk suatu perkumpulan dengan nama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI). Lembaga tersebut dikukuhkan di gedung PBNU, Jakarta. LPOI yang diketuai KH Said Aqil Siroj ini memperingati Hari Lahir (Harlah) yang ke-5 di lantai 8, Gedung PBNU, Kamis (1/6).

Kiai Said menjelaskan, LPOI mempunyai  kesepahaman terhadap empat pilar; Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, Undang-Undang Dasar 1945. LPOI juga menyatakan penolakannya terhadap gerakan-gerakan Islam yang radikal. 

“Yang penting ketika ada hal-hal yang bersifat nasional, dan penting, menyikapi ISIS, menyikapi Alqaeda kita selalu sama. Sikap kita menyikapi terorisme-radikalisme, Ansorut Tauhid, Ansorud Daulah, Jihad Islami, Majelis Mujahidin selalu kita ikuti gerakan mereka,” jelas pria kelahiran Kempek, Cirebon ini.

Ia menuturkan, LPOI berisi ulama yang nasionalis. “Kita bukan ormas yang aneh atau neko-neko,” katanya. “Kita tetap nasionalis religius,” tambahnya.

Menurutnya, di Timur Tengah tidak ada satu nama pun yang mempunyai prinsip nasionalis yang religious. “Jadi, kalau ulama tidak nasionalis, kalau nasionalis bukan ulama,” tegas pria lulusan Universitas Ummul Qura Arab Saudi ini.

Tampak hadir pada acara tersebut, Menko Polhukam Wiranto, Wakil Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang dan segenap Pegurus Besar Nahdlatul Ulama.

Adapun ke-13 ormas tersebut terdiri dari Nahdlatul Ulama, Al-Irsyad, Al-Islamiyah, Syarikat Islam Indonesia, Persis, Matlaul Anwar, Az-Zikra, Al-Ittihadiyah, Al-Wasliyah, Ikatan Dai Indonesia, Persatuan Umat Islam, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). (Husni Sahal/Abdullah Alawi)