::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lima Hal Ini Bisa Menggugurkan Pahala Puasa Anda

Rabu, 07 Juni 2017 16:08 Daerah

Bagikan

Lima Hal Ini Bisa Menggugurkan Pahala Puasa Anda
Tegal, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Talang, Tegal KH Sulthon Barmawi mengemukakan, hakikat puasa adalah al-imsak yaitu menahan diri dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa. 

"Banyak orang berhasil melakukan puasa dengan menahan ini dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan pahala. Seperti dalam hadits Rasulullah   طَشُ كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ الْجُوْعُ وَ الْعَ artinya, ‘betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus’," papar KH Sulthon saat pengajian Selasa pagi (6/6) di Pendopo Pemkab Tegal.

Menurutnya, ada lima perkara yang dapat menggugurkan pahalas puasa kita. Yakni pertama, berdusta, menyampaikan informasi tidak berdasar fakta. "Sekali dusta, maka akan membuka ribuan dusta lainnya. Oleh karena itu, pertahankan lisan kita,” ujarnya

Kedua, ghibah, membicarakan kejelakan orang lain atau dalam bahasa Tegalnya ngrasani. Ketiga, adu domba atau fitnah. Keempat, memandang dengan syahwat. 

"Untuk itu, jaga mata kita agar tidak tergerak syahwat, dan yang kelima, yakni sumpah palsu," terangnya.

Ia menambahkan, sedangkan perkara yang membatalkan puasa antara lain memasukkan sesuatu kepada rongga tubuh kita secara sengaja, seperti mulut dan lainnya serta sengaja muntah-muntah. 

"Ramadhan adalah untuk meningkatkan kualitas iman kita. Maka sempurnakanlah dengan ibadah sunah Ramadhan, yang pahalanya dilipat 70 kali. Selain itu ada malam mulia, Lailatul Qadar," imbuhnya. (Hasan/Abdullah Alawi)