::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kapan Jadi “Cover Boy” Surat Yaa Sin?

Kamis, 08 Juni 2017 08:09 Humor

Bagikan

Kapan Jadi “Cover Boy” Surat Yaa Sin?
Ilustrasi: Dreamstime.com
Sepulang tarawih, Jalu pergi ke rumah kakeknya yang sudah sakit-sakitan sehingga pensiun berjamaah ke masjid. Tujuannya sih mencari sisa berbuka puasa semacam kolak atau kue dari yang dikirim paman dan bibinya. 

Didapatinya sang kakek sedang duduk di hadapan jendela, memandang kegelapan malam, sambil mendengarkan lagu Nusantara miliknya Koes Plus. 

Jalu : "Kek, temennya kakek sudah tidak ada lagi yang berjamaah tarawih di masjid. Menurut cucu-cucunya, mereka udah banyak yang jadi "cover boy." Apa kakek enggak pengen niru?"

Kakek : “Cover boy itu apa?”

Jalu : “Itu tuh yang nampang di jilid-jilid majalah, dikelilingi wanita cantik.”

Kakek : "Yang bener? Mau, caranya bagaimana?"

Jalu : "Bener, Kek. Kakek mau jadi cover majalah?"

Kakek : "Iya, di majalah apaan ?"

Jalu : "Buat Kakek tak usah di majalah, tapi di buku saja.” 

Kakek : “Tidak apa-apa. Buku apa?” 

Jalu : “Di Buku Yaa Siin, Kek..."

Kakek : “Cucu Edan!!!” (Abdullah Alawi disadur dari berbagai sumber)