::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya

Sabtu, 10 Juni 2017 13:31 Nasional

Bagikan

Afi: Jangan Ludahi Sumur yang Kita Timba dan Minum Airnya
Afi Nihayah Faradisa.
Surabaya, NU Online
Ratusan pengunjung memadati parkir utara PWNU Jatim yang berada di Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Mereka antusias menghadiri diskusi Cangkir9 yang menghadirkan pelajar dari Banyuwangi, Afi Nihaya Faradisa (18) yang lebih akrab disapa Afi.

Menurut pelajar SMAN 1 Gambiran yang baru lulus tersebut, kemampuan menulisnya diperoleh lantaran gemar membaca. "Setidaknya ada tiga buka yang saya baca selama seminggu," katanya, Jumat (9/6) malam. Ia sependapat dengan ungkapan bahwa membaca adalah jendela dunia, lanjutnya yang tampil bersama KH Robikin Emhas dari PBNU.

Dan itu pula yang menginspirasi beberapa statusnya di akun Facebook dan bahkan menjadi viral. Tulisan berjudul "Warisan" di akun FB-nya yang menyuarakan tentang keragaman telah disebarkan ratusan ribu orang. "Tentu saja menimbulkan pro dan kontra," kata pemilik nama asli Asa Firda Inayah ini.

Lantaran kegemarannya dalam menebar semangat untuk menghargai keberagaman tersebut, sejumlah ancaman harus diterima. "Termasuk dibully, dan dituduh sebagai bukan muslim," ungkapnya. Tidak sedikit dalam komentar yang memerintahkannya untuk melepas jilbab, hingga ancaman dibunuh.

Menghadapi berbagai teror dan intimidasi, gadis kelahiran 23 Juli 1998 tersebut dengan lantang mengatakan tidak gentar. "Saya tidak takut," katanya disambut tepuk tangan hadirin yang memadati lokasi. Karena dia memiliki Allah SWT Yang Maha Kuasa. Demikian juga sejumlah kalangan telah memberikan perlindungan, termasuk Barisan Serba Guna atau Banser dan Ansor.

Afi percaya, kalangan yang sependapat dengan gagasan yang diusung jumlahnya lebih banyak dari mereka yang kontra. "Jumlah mereka sedikit tapi berisik," ungkapnya. Karena itu tugas kelompok mayoritas untuk terus menebar kedamaian di berbagai media, termasuk media sosial.

"Jangan meludahi sumur yang kita timba dan minum airnya," katanya memberikan tamsil terkait kian gencarnya ujaran kebencian yang menghiasi media sosial. Yang justru harus disebar adalah kedamaian, menghargai perbedaan dan keragaman di negeri tercinta, Indonesia ini.

Diskusi Cangkir9 adalah kegiatan cangkruk dan fikir yang digagas lembaga dan badan otonom di lingkungan PWNU Jatim. Kegiatan dilangsungkan setiap bulan dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi dalam membicarakan topik aktual. (Ibnu Nawawi/Fathoni)