::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Puasa Ajarkan Persaudaran Sejati

Senin, 19 Juni 2017 19:24 Daerah

Bagikan

Puasa Ajarkan Persaudaran Sejati

Bondowoso, NU Online
Hj Shinta Nuriyah istri Presiden Ke-4 Republik Indonesia,  KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengajak seluruh umat Islam untuk membangun persaudaraan dan tidak saling menggunjing sesama warga bangsa. 

Hal ini disampaikan Istri Gus Dur ini, saat buka puasa bersama di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, Ahad (18/06) .

“ Lewat puasa janganlah kita menggunjing sesama warga masyarakat, warga negara. Mari kita bangun kebersamaan antar warga dan mari menjaga serta mempertahankan NKRI ini,” tuturnya menyampaikan.

Makna tertinggi puasa, lanjut Hj Sinta Nuriyah mengungkapkan adalah soal pengendalian diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama. 

“ Pelajaran sejati yang diajarkan dalam puasa adalah tentang moral dan budi pekerti yang baik, dengan puasa kita diajarkan kesabaran, berbuat adil, sederhana saling berbagi, mengasihi an tolong menolong,” imbuh mantan ibu negara ini menambahkan. 

Istri mantan Ketua PBNU ini, kemudian membeberkan, setiap datang bulan puasa Ramadhan, dirinya mempunyai program sahur bersama dengan kaum dhuafa, kaum yang termajinalkan, kaum yang terpinggirkan, kaum yang tertindas. 

Kegiatan sahur bersama ini sudah dilakukannya sejak 17 tahun yang lalu, yakni sejak dirinya mendampingi Gus Dur saat menjadi Presiden Ke-4 Republik Indonesia di Istina Negara dulu.

”Biasanya kalau bulan puasa kegiatan saya selalu melakukan sahur bersama dengan tukang bakul, kuli-kuli bangunan, tukang becak, tukang ojek, pemulung, pengamen, anak jalanan, kaum nelayan dan masih banyak lagi saudara-saudara kita yang masih tertinggal. Itu kebiasaan saya," tandasnya. 

Namun dengan perkembangan waktu, kegaiatan sahur bersama  jadal semakin padat. Bahkan sebelum rapat tiga bulan menjelang puasa, yang mendaftar sudah 64 tempat. “ Jadi saya menjadi kewalahan akhirnya ada sahur, ada buka bahkan setelah taraweh,”bebernya.

Hadir dalam kegiatan buka bersama Hj Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid dengan kaum Dhuafa yang bertema "Dengan Berpuasa Kita Genggam Erat Nilai Demokrasi dan Kebhinekaan" Bupati Bondowoso, H Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Forpimda,  Forkopimka Kecamatan Wonosari, Gusdurian Bondowoso, serta Kaum Dhuafa kurang lebih 100 orang. (Ade Nurwahyudi / Muslim Abdurrahman)