::: Innalillahi wainna ilaihi raji'un, Pengasuh Pesantren Ihya Ulumaddin Kesugihan Cilacap KH Chasbullah Badawi wafat, Senin (5/6), sekitar pukul 19.00 WIB. PBNU menyerukan kepada Nahdliyin untuk menunaikan shalat ghaib. Al-Fatihah... ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain

Selasa, 20 Juni 2017 03:02 Hikmah

Bagikan

Kisah Ahli Sedekah Plus Birrul Walidain
Oleh Rojaya 

Hari ini, seorang ahli Birrul Walidain dan sedekah mengajakku ngobrol berdua. Subhanallah, ceritanya membuat air mataku berkali-kali mengalir tak terbendung. Sejak kecil ayahnya telah tiada. Ia sembilan bersaudara hidup bersama Ibunya. Kecintaannya kepada Ibunya luar biasa. Di kantornya terpampang foto ibunya. 

Ketika membeli mobil baru, Ia minta Ibunyalah yang harus naik dulu. Diajaknya jalan-jalan. Bila ada pertemuan dengan keluarga, ia fokus mengurus keperluan Ibunya.

Saat ibunya ingin umrah, ia bukan hanya membiayainya, namun juga mengurus segalanya. Kepada isterinya ia memberi pemahaman agar ia bisa fokus mengurus Ibunya yang sudah lanjut usia. Kepada ayah dan ibu isterinya juga baktinya luar biasa, sehingga isterinya bisa menerima. 

Saat umrah ibunya menggunakan kursi roda. Ia mendorong-dorong kursi roda ibunya. Saat ibu makan dan mandi, ia yang melayaninya. Menggosok gigi Ibunya pun ia yang mengurusnya. Ibunya seperti raja baginya.

Beliau PNS dan pengusaha, tapi cintanya pada ibunya mengalahkan segalanya. Saat ibunya sakit berat dan di rumah sakit seharinya 7 juta, ia tidak ragu menanggung biayanya seorang diri. Walaupun saudaranya juga ada yang jadi anggota dewan dua orang dan semua saudaranya sudah berhasil dan mapan. Ini karena cinta. Cinta itu tidak itung-itungan.

Ibunya pun sangat mencintainya. Dari 9 bersaudara (6 perempuan, 3 lelaki), ia walaupun lelaki menjadi anak kesayangan ibunya. Saat diajak umrah lagi oleh anaknya yang lain, ibu ini hanya mau umrah bersamanya. 

Bila bertemu ibunya, ia bukan hanya cium tangan, cium pipi kanan kiri, juga cium keningnya. Saat ibunya akan wafat, dari 9 bersaudara, nama yang disebutnya adalah namanya.

Semangat sedekahnya tidak diragukan. Jutaan bahkan puluhan juta diberikan untuk yatim dan dhu'afa secara rutin. Bersedekah sudah menjadi lifestyle-nya. Baginya sedekah adalah happy.

Ia pernah menyediakan uang untuk beli seekor sapi (untuk dia dan keluarga) buat kurban. Temannya datang menangis mengadukan masalah. Ia berikan uang tersebut buat temannya. Saat waktu kurban, Allah memberinya rezki sehingga tetap dapat berkurban seekor sapi.

Saat SMP ia mimpi bertemu Rasulullah. Hari ini dia datang padaku digerakkan Allah untuk mengajariku tentang birrul walidain dan sedekah secara praktis-empiris, dengan contoh nyata.

Ia ahli sedekah. Walau orangnya kelihatan biasa saja, tapi rumahnya banyak. Karir dan bisnisnya maju. Anak-anaknya berbakti. Subhanallah. Inilah contoh orang yang berbakti pada orang tuanya dan ahli sedekah. Terima kasih guruku, semoga aku dapat meneladani baktimu pada orang tua dan sedekahmu yang tanpa itung-itungan dan penuh keyakinan.