NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Banser Ikut Atur Ketertiban di Istiqlal

Ahad, 25 Juni 2017 09:07 Nasional

Bagikan

Banser Ikut Atur Ketertiban di Istiqlal
Banser ikut atur ketertiban di Istiqlal
Jakarta, NU Online
Dalam rangka ikut mengatur ketertiban pada pelaksanaan shalat Idul Fitri di Masjid Istiqlal, sebanyak 50 anggota Banser dari wilayah Jakarata Pusat diterjunkan untuk membantu menjaga ketertiban di masjid terbesar di Indonesia ini. Mereka membantu mengarahkan jamaah yang akan memasuki masjid mengingat padatnya lokasi ini pada Ahad pagi (25/6). Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla juga shalat Ied di masjid ini.

Widiatmo, salah satu Banser yang ditemui NU Online menjelaskan, yang bertugas di Istiqlal memang difokuskan dari Jakarta Pusat karena Banser dari daerah Jakarta lainnya fokus membuka posko mudik di masing-masing wilayah, khususnya di terminal pemberangkatan bis antarkota seperti di Lebak Bulus, Pulogebang, dan Kalideres. 

Ia juga menjelaskan, pada malam takbiran, anggota Banser ikut menjaga pelaksanaan takbir keliling yang berlangsung di seluruh Jakarta. 

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Shalat Idul Fitri yang berlangsung di Isqiblal dipenuhi jamaah yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Banyak orang datang bersama keluarganya, dan seusai shalat, tak lupa mereka berswafoto untuk membuat kenangan indah di Lebaran kali ini. Sebagian besar terlihat dengan baju yang baru. Banyak juga yang berseragam atau dalam satu rombongan memakai motif yang sama.

Khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh KH Quraisy Shihab menekankan pesan untuk menghargai perbedaan karenap perbedaan itu rahmat. Jika Allah menghendaki, Allah bisa membuat seluruh manusia seragam, tetapi Allah membuat manusia bersuku-suku dan bergolong-golongan agar saling belajar, demikian salah satu pesan yang disampaikan. (Mukafi Niam)