::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::  Kuliah Plus Ngaji? Ke UNSIQ Wonosobo aja, -Memadukan mutiara luhur tradisi pesantren dan keunggulan Universitas Modern- Kunjungi http//:pmb.unsiq.ac.id. 081391983830 (Latu Menur Cahyadi)::: 

Asrorun Niam: Media Sosial Untuk Silaturahim dan Perkokoh Persatuan

Senin, 26 Juni 2017 19:25 Nasional

Bagikan

Asrorun Niam: Media Sosial Untuk Silaturahim dan Perkokoh Persatuan
Jakarta, NU Online
Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia, H Asrorun Niam Sholeh mengajak masyarakat bisa memanfaatkan media sosial untuk mempererat tali silaturahim dan memperkukuh persaudaraan kebangsaan. Menurutnya, silaturahim pada momentum Idul Fitri menjadi lebih mudah di era media sosial sekarang ini.

“Media sosial semestinya digunakan untuk hal-hal yang positif seperti mempererat tali silaturahim dan memperkukuh persaudaraan kebangsaan terlebih di hari Idul Fitri,”ujarnya, Ahad (25/6).

Namun faktanya, lanjut dosen UIN Syarif Hidayatullah menambahkan, seringkali media sosial malah disalahgunakan. “Media sosial digunakan sebagai ajang untuk saling mencaci, mem-bully, menyebar hibah, fitnah, namimah, dan permusuhan,” jelasnya. 

Karenanya, Asrorun Ni’am menghimbau kepada siapa saja untuk bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial. Jika seseorang mendapatkan sebuah informasi, maka ia harus memastikan terlebih dahulu bahwa informasi itu benar, bermanfaat, tepat waktu dan tempat. 

“Yang tak kalah penting, pastikan bahwa informasi yang kita terima dan akan kita sebar tidak menyakiti orang lain,” tandasnya.

Katib Syuriah PBNU ini menambahkan, momentum Idul Fitri adalah kesempatan untuk menguatkan tali silaturahim. Menurutnya, untuk menyambung tali silaturahim yang sudah terputus dibutuhkan jiwa yang lapang.

“Hakekat silaturahim adalah kemampuan diri menundukkan ego, dengan senantiasa mengupayakan secara aktif untuk menyambung persaudaraan terhadap orang yang memutusnya. Ini butuh jiwa yang lapang,” tandasnya.

Dikatakannya, silaturahim dalam momen Idul Fitri seharusnya menjadi modal untuk mewujudkan dan meningkatkan persaudaraan dan persatuan nasional. “Semangat persatuan Bangsa Indonesia harus dibingkai dengan komitemen Ketuhanan yang Maha Esa,”pungkasnya.( (Muchlishon Rochmat/ Muslim Abdurrahman).