::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh

Ahad, 23 Juli 2017 10:08 Daerah

Bagikan

Ini Cara Bertemu dengan Walisongo dan Orang Saleh
Jakarta, NU Online
Warga NU Kampung Semeru Distrik Iwaka, Papua, mengadakan halal bihalal dan pembukaan rutinan istighosah. Acara yang dimulai setelah Maghrib diikuti oleh jamaah putra dan putri.

"Kita ini terlalu ngoyo bekerja secara fisik, tetapi kurang diimbangi secara spiritual," kata Ketua Takmir Mushala Ikhlasul Amal, H Asy'ari.

Sementara Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso menyebut perlunya saling bermaafan meskipun mereka belum berjumpa sebelumnya.

"Walaupun kita belum bertemu bisa jadi kita punya dosa. Misalnya teman kita menggunjing temannya, lalu kita ikut nimbrung, itu kita ikut kena dosa. Makanya kepada siapapun kita harus minta maaf," kata Sugiarso.

Ia mengajak para jamaah untuk istiqamah mengikuti upacara istighosah. “Insya Allah doa kita mustajab. Istiqamah lebih baik dari karamah. Doa kiai NU dalam Resolusi Jihad dan Perang 10 November manjur berkat keistiqamahan ibadah mereka," terangnya.

Ustadz Hasyim Asyari mengajak jamaah untuk bersatu. "Mari kita kuatkan persatuan dengan silaturahim dan saling memberi dan meminta maaf. Bahkan kita sambung dengan silatur ruh agar bisa sambung dengan para Walisongo dan orang saleh. Caranya kita kirim Al-Fatihah. Istighotsah sarana untuk berkomunikasi dengan ruh mereka dan dengan Allah agar sinyal kita kuat. Istighotsah ibarat mengisi pulsa. Jika tidak punya pulsa, kita tidak bisa menelpon Allah."

Acara dilanjutkan dengan sholat Isya dan ramah tamah. Selanjutnya rutinan Istigosah akan diadakan malam Ahad Wage ba‘da Magrib.

PCNU Mimika juga membagikan stiker "Aku Bangga Jadi NU" dan "Alhamdulillah kami sekeluarga  NU." Jamaah mengisi lembar data untuk tanda terima stiker ini.

Diharapkan stiker bisa ditempel di motor, pintu, dan tempat lain sebagai Ke-NUan dan sebagai tanda keanggotaan jamaah istighotsah. (Red Alhafiz K)