::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Panggilan Selamat KH Habib Utsman Al Aydarus

Rabu, 26 Juli 2017 20:02 Pustaka

Bagikan

Panggilan Selamat KH Habib Utsman  Al Aydarus
Panggilan selamat merupakan bunga rampai tulisan karangan KH Habib Utsman Al-Aydarus yang tertuang dalam buletin yang diterbitkannya bernama Panggilan Selamat. Ia menulis di buletin tersebut selama lebih dari satu dasawarsa (1974-1985). 

KH Habib Utsman merupakan tokoh NU Jawa Barat. Ia adalah Rais Syuriyah PWNU dari tahun 1960 hingga 1970. Jalur dakwahnya, selain melalui lisan, ia lakukan juga melalui lembaga pendidikan Assalaam. Sementara dakwah melalui tulisan ia sampaikan melalui Sumber Pemdaban,Al Muslih, Tutungkusan, dan Panggilan Selamat. (halaman 3).

Panggilan Selamat diterbitkan dua hingga empat kali sebulan. Edisi perdana dikeluarkan pada 21 Juli 1974 (l Jumadil Awwal 1384 H.) dengan pokok bahasan mengenai “Hidup” dan terakhir terbit dengan nomor 255 yang berisi uraian tentang Rabbana aatina fiddunyaa hasanah, wafil akhirati hasanah wa qinaa adzaban naar. 

Menurut putranya, KH Habib Syarif bin Utsman, judul tulisannya itu seolah-olah isyarat dia akan meninggal dunia pada1985 pada usia 75 tahun. Tulisan itu dipersiapkan seminggu sebelum wafatnya. 

Secara garis besar, khazanah pemikiran Habib Utsaman terbagi ke dalam beberapa topik, antara lain, Islam sebagai agama yang haq (benar), hakikat manusia, hakikat kehidupan, arkanul iman dan implikasinya dalam amal saleh, arkanul Islam berikut hikmah amaliahnya, akhlaq dan tasawuf, peristiwa-peristawa besar yang sarat makna, asmaul husna, dan kapita selekta tentang kehidupan sehari-hari. 

Panggilan Selamat yang ada di tangan penulis ini hanya memuat 135 tulisan yang dimulai dari tulisan kesatu Kemerdekaan dan yang terakhir Lebaran. 

Pada tulisan Kemerdekaan, ia memulainya dengan ungkapan seperti berikut ini: 

Alhamdulillah! Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Allah Yang Maha Besar dan Maha AGung yang telah menjadikan kita jadi manusia, bukan dijadikannya kayu, batu, dan bainatang. Ditambah dengan diberi-Nya akal dan iman, diberi-Nya kemerdekaan, bahkan menjadi umat Nabi Muhammad. (halaman 12)

Ia menyebutkan bahwa kemerdekaan itu harus dijaga sebagai rasa syukur bangsa Indonesia kepada Allah. Ia mengimbau untuk waspada dari musuh luar dan dalam. Insyafkanlah kalau itu berada di dalam bangsa kita, usirlah kalau lain bangsa. 

Tulisan itu ditutup amanat dia kepada angkatan muda sebangsa, senegara, dan seagama, terutama yang beragama Islam, wajib kiranya merenungkan 6 pasal ini: 

Benar dan kuat benteng iman
Teguh dan jaza, keyakinan dan pendirian
Lurus bersih beres barisan
Terus maju, tidak mundur setapak kaki pun hingga selesai jihad dan perjuangan 
Insyafilah kekurangan terutama kesalahan
Lekaslah dan banyak-banyak bertaubat kepada Allah 

Kumpulan tulisan-tulisan Habib Utsman ini menambah khazanah keilmuan tokoh-tokoh NU yang kurang dikenal warganya ini. Padahal pada masanya Habib Utsman merupakan salah seorang tokoh yang turut membantu mendirikan Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang sekarang menjadi Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung, anggota Dewan Kurator Universitas Islam Bandung (Unisba).


Info Buku
Judul             : Panggilan Selamat 
Penulis                     : KH Habib Utsman Al-Aydarus
Penerbit                     : Yayasan Assalam Bandung
Jumlah halaman     : 618 halaman 
Cetakan Pertama        : tanpa tahun
Peresensi              : Abdullah Alawi