::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ada Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus, Disunnahkan Shalat Khusuf

Jumat, 04 Agustus 2017 09:30 Nasional

Bagikan

Ada Gerhana Bulan Sebagian 7 Agustus, Disunnahkan Shalat Khusuf
Jakarta, NU Online
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melansir hasil obvervasinya bahwa gerhana bulan sebagian (GBS) akan terjadi pada Senin malam, 7 Agustus 2017 atau bertepatan dengan 15 Dzulqa’dah 1438 H. Fenomena alam ini diperkirakan berlangsung hingga Selasa dini hari.

Secara rinci Lembaga Falakiyah PBNU mengklasifikasi berlangsungnya gerhana matahari sebagian ini dalam lima fase. Pertama, tahap awal penumbra yang akan berlangsung pada pukul 22.50:01 WIB; kedua, tahap awal GBS yang dimulai pada pukul 00:22:55 WIB (8 Agustus 2017); ketiga, pertengahan GBS (pukul 01:20:37 WIB); keempat tahap akhir GBS (pukul 02:18:19 WIB); kelima, akhir penumbra (pukul 03:51:13 WIB).

Secara astronomis, GBS akan terlihat di Indonesia. Umat Islam yang melihat gerhana tersebut dalam rentang fase kedua sampai fase keempat disunnahkan melaksanakan shalat gerhana bulan (khusuful qamar). Tata cara shalat gerhana bulan sama dengan tata cara shalat gerhana matahari.

(Baca: Hukum Shalat Gerhana Matahari dan Tata Caranya)


Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ghazalie Masroeri mengatakan, fenomena gerhana baik matahari maupun bulan adalah fenomena alam sebagai bukti kekuasaan Allah. Karena itu, mengamati peristiwa gerhana dapat meningkatkan keimanan.

“Lembaga Falakiyah NU mengajak kepada umat untuk melakukan pengamatan peristiwa GBS. Kemudian menyikapinya dengan dzikir, ibadah, dan amal saleh,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat. (Mahbib)