Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati

Sabtu, 12 Agustus 2017 20:01 Nasional

Bagikan

Ciptakan Merah Putih Pertama, Ini Penampakan Mesin Jahit Fatmawati
Khofifah mencoba mesin jahit Fatmawati.
Jakarta, NU Online
Kunjungan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Khofifah Indar Parawansa ke Bengkulu, Sabtu (12/8) mengingatkan kepada sang penjahit bendera merah putih pertama Fatmawati Soekarno.

Menteri Sosial RI ini pun terkesan ketika duduk di depan mesin penjahit Fatmawati yang terlihat klasik dan masih asli. Mesin jahit bersejarah berwarna merah jingga tersebut membuat Khofifah tertegun.

“Saya sempat tertegun lama sebelum benar-benar menyentuh salah satu benda sakral milik bangsa ini. Milik Ibu Negara pertama, Ibu Fatmawati Soekarno,” ungkap Khofifah, Sabtu (12/8) dikutip NU Online dari akun Instagram resmi miliknya, @khofifah.ip.

Dia menjelaskan, mesin jahit bersejarah itu kini tersimpan di rumah kediaman Fatmawati di Kota Bengkulu. Menurut Khofifah, mesin jahit tersebut sangat sederhana karena hanya digerakkan dengan tangan tidak seperti mesin jahit yang ada saat ini.

“Dari mesin jahit tangan buatan tahun 1941 inilah lahir bendera merah putih pertama Indonesia,” jelas perempuan kelahiran Surabaya ini.

Bagi Khofifah, merah putih lebih dari secarik kain berwarna merah dan putih. Di situ ada air mata, tumpahan darah, pengorbanan, dan semangat membara para pendahulu bangsa sehingga bangsa Indonesia saat ini banggsa mengibarkan bendera merah putih.

“Karenanya, hindari tindakan yang bisa menodai merah putih misalnya anarkisme, intoleransi, radikalisme, narkoba, atau keinginan mengganti bendera tersebut,” urai Khofifah.

Dia menegaskan, bagi bangsa Indonesia merah putih tidak sekadar identitas bangsa, tetapi juga simbol kedaulatan bangsa dan negara. 

“Mari jaga merah putih. Mari jaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia, red),” pungkas Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden KH Abdurrahman Wahid ini. (Fathoni)