::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Indonesia Berpotensi Jadi Negara Super Power

Selasa, 15 Agustus 2017 19:30 Nasional

Bagikan

Indonesia Berpotensi Jadi Negara Super Power
Jakarta, NU Online
Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, Indonesia berpeluang untuk menjadi negara super power di dunia. Hal itu bisa dicapai asalkan semua elemen bangsa bahu membahu untuk mewujudkannya, terutama pemuda.

“Indonesia bisa menjadi negara super power kalau solid. Tidak mengedepankan satu suku, tetapi satu bangsa Indonesia,” kata Tito di Jakarta, Senin (14/8).

Tito menambahkan, pemuda dan mahasiswa memiliki perang penting dalam mewujudkan Indonesia yang solid. Sebagaimana yang telah pemuda torehkan dengan membangun kesadaran kebangsaan pada Sumpah Pemuda 1928.

Menurut dia, untuk menjadi negara super power maka sebuah negara harus memenuhi beberapa syarat. Pertama, populasi yang besar. Indonesia memiki populasi yang cukup besar dan populasi tersebut adalah sebagai modal untuk menjadi angkatan pekerja yang besar.

Kedua, sumber daya alam yang besar yang merupakan bahan material kasar untuk menggerakkan mesin produksi yang besar pula. Ketiga, wilayah negara yang luas. 

“Wilayah yang besar akan mampu menampung mesin produksi yang besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tito menilai, kalau melihat syarat-syarat tersebut maka Indonesia sangat berpotensi untuk menjadi negara super power. Selain Indonesia, ada China, India, Amerika Serikat, dan Rusia yang memiliki potensi untuk jadi negara super power.

“Kalau kita melihat dari tiga syarat ini, maka yang punya chance (kesempatan) untuk menjadi negara super power satu adalah China, kedua adalah India, ketiga adalah Amerika Serikat, empat adalah Rusia, dan lima adalah Indonesia,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)