::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Alasan Prof Kato Pakai Baju Koko Saat ke Indonesia

Selasa, 15 Agustus 2017 22:02 Nasional

Bagikan

Ini Alasan Prof Kato Pakai Baju Koko Saat ke Indonesia
Jakarta, NU Online
Ada yang unik saat Guru Besar Universitas Chuo, Profesor Hisanori Kato, bersama 23 mahasiswanya berkunjung ke Indonesia. Guru besar yang bersahaja ini memakai baju khas Muslim Indonesia, yakni baju koko.

Menurut dia, memakai baju khas penduduk setempat merupakan wujud penghormatan. Dengan berpenampilan seperti kaum muslimin Indonesia, ada rasa kedekatan dalam dirinya.

“Saya banyak pakai batik atau baju koko ketika bertemu dengan orang Muslim Indonesia. Hanya ingin ekspresikan hormat atau respect kepada mereka,” ujar Kato di Jakarta, Selasa (15/8).

Saat ditanya bedanya Muslim Indonesia dengan Muslim di negara lain yang pernah ia kunjungi, pria berkaca mata ini mengatakan pada dasarnya tidak begitu berbeda. Meski demikian, kemampuan berbahasa Indonesia membuat dirinya lebih dekat dengan WNI.

“Tapi mungkin karena saya paham bahasanya jadi merasa lebih dekat. Saya respect agama apa pun. Tapi kalau Muslim Indonesia menurut saya baik. Karena itu, saya selalu respect mereka. Dengan kata lain, merekalah yang membuat saya menghomati mereka,” ujarnya.

Pria yang pernah mengajar di Universitas Nasional Jakarta selama empat tahun ini menambahkan, dirinya tertarik dengan fenomena sosial di Indonesia, terutama mengenai Islam. Sejumlah riset telah ia buat tentang dunia Islam di Indonesia. Salah satu bukunya, “Agama dan Peradaban” ia tulis dalam bahasa Indonesia.

“Dari situ juga saya kenal dengan Gus Dur. Saya dekat dengan Gus Dur sampai akhir hayatnya. Kami saling berkunjung. Saya juga sudah mengajak beliau ke Sakai,” tutur Kato.

Selama hampir 20 tahun berjibaku di Indonesia, Kato kini tinggal di Sakai dan mengajar di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang. Universitas yang berusia lebih dari 100 tahun ini merupakan perguruan tinggi tertua di Jepang yang berdiri pada tahun 1800-an.

Bagi Kato, kenangan tentang Indonesia sangat mendalam. Lika-likunya menaklukkan ibukota sangat menginspirasi. “Tak akan pernah pudar. Untuk mengenang kisah hidup saya di sini juga telah saya rampungkan buku berjudul Kangen Indonesia,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)