::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram

Kamis, 24 Agustus 2017 09:30 Internasional

Bagikan

Payung Terbesar di Dunia Bakal Dipasang di Masjidil Haram
Ilustrasi (SPA)
Makkah, NU Online
Bila jemaah haji musim ini masih merasakan terik matahari di sekitaran Ka'bah, tahun depan pengalaman itu mungkin tak ada lagi.

Seorang komandan keamanan haji Arab Saudi, seperti dikutip Arab News, Kamis (24/8), mengungkap rencana pemerintah Arab Saudi memasang payung raksasa di area Masjidil Haram, Makkah, guna melindungi jemaah haji dari panas matahari.

Payung lipat itu bakal dipasang di halaman dan atap (lantai paling atas) Masjidil Haram dengan ukuran 53 x 53 meter. Dengan demikian, payung tersebut bisa jadi yang terbesar di dunia karena hingga kini belum ada ukuran payung sebesar itu.

Mayor Jenderal Mohammed Al-Ahmadi, komandan pasukan yang bertanggung jawab atas keamanan di masjid tersebut, mengingatkan bahwa suhu di dalam Masjidil Haram saat ini cukup rendah lantaran ada pendingin ruangan atau AC, namun tidak demikian dengan di luar ruangan. Karena itu payung raksasa didirikan untuk memberi kenyamanan jemaah haji saat berada di halaman dan lantai paling atas.

Seperti diwartakan sebelumnya, selain pembenahan internal bangunan, pemerintah Arab Saudi juga merencanakan tindak lanjut proyek perluasan Masjidil Haram yang sempat vakum selama dua tahun menyusul tragedi runtuhnya crane yang menewaskan 107 orang. 

Seperti dilaporkan Reuters, proses pengerjaan akan dilanjutkan setelah ritual tahunan haji rampung oleh perusahaan besar bidang, konstruksi Saudi Binladin Group.

Rancangan awal proyek perluasan tersebut menargetkan luas Masjidil Haram menjadi 400.000 meter persegi sehingga kelak dapat menampung 2,2 juta jemaah. (Red: Mahbib)