::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Way Kanan Prioritaskan Satu Kampung Satu PAUD, Ini Tanggapan Ansor

Ahad, 27 Agustus 2017 10:31 Daerah

Bagikan

Way Kanan Prioritaskan Satu Kampung Satu PAUD, Ini Tanggapan Ansor
Ilustrasi.
Way Kanan, NU Online
GP Ansor Kecamatan Banjit menanggapi rencana pemerintah Kabupaten Way Kanan, Lampung tahun 2018 memprioritaskan adanya satu lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di satu kampung serta bisa terakreditasi.

"Peningkatan mutu pendidikan PAUD dan Pendidikan Non Formal atau PNF di daerah ini sudah selayaknya mendapatkan perhatian lebih mengingat peran dan pentingnya pendidikan itu," ujar Ketua Ansor Banjit, Yudi Hutriwinata di Banjit, Ahad (27/8).

Ia menambahkan, lembaga tersebut untuk anak usia dini bermanfaat sebagai proses awal pembelajaran. Adapun PNF  sebagai penampung untuk masyarakat yang membutuhkan pendidikan setara sekolah formal dan membutuhkan kecakapan hidup harus menjadi lembaga teruji dan diakui baik secara kualitas dan kuantitas.

"Dengan target 100 PAUD masuk dalam porses terakreditasi, tentu akan meningkatkan mutu lembaga PAUD dan PNF dalam mewujudkan Way Kanan maju dan berdaya saing," kata Yudi lagi.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD Dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan,  Suharmaji menjelaskan, akreditasi sangat dibutuhkan bagi lembaga sekolah.

Dengan akreditasi, menurut dia, akan menunjukkan tingkatan suatu lembaga dan keberadaan suatu lembaga. Apakah lembaga tersebut masih layak untuk dipertahankan ijin operasionalnya atau dicabut.

"Selain itu kita akan dapat memetakan PAUD yang ada, kategori PAUD binaan atau percontohan. Karena itu di tahun depan kita prioritaskan di satu kampung minimal ada satu PAUD. Sehingga orang tua yang memiliki anak usia 2 hingga 6 tahun dimasukan PAUD," kata dia lagi.

Suharmaji menambahkan, pihaknya juga akan memasukkan Pramuka pra siaga dalam kurikulum PAUD. Dan  untuk PNF satu kecamatan minimal satu Pusat Kegiatan Belajar Mengajar atau PKBM dan selanjutnya satu PKBM akan membentuk kelompok belajar di setiap kampung. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)