Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Saat Gus Dur Ditanya Kisah Nabi Ibrahim Versi Islam dan Yahudi

Jumat, 01 September 2017 04:30 Humor

Bagikan

Saat Gus Dur Ditanya Kisah Nabi Ibrahim Versi Islam dan Yahudi
Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim ketika bermimpi diperintahkan menyembelih anaknya oleh Allah SWT menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia, khususnya Islam.

Dari rentetan sejarah Nabi Ibrahim, lahirlah syariat berhaji dan hari raya kurban (Idul Adha).

Namun, salah satu kisah Nabi Ibrahim dalam menyembelih anaknya tersebut muncul perbedaan di kalangan kaum Yahudi. 

Jika menurut agama Islam yang disembelih adalah Ismail, maka menurut versi Yahudi yang disembelih adalah Ishak.

Suatu ketika KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ditanya versi mana yang benar dari kisah tersebut.

“Gus, dari kedua versi tersebut, kira-kira mana yang benar?” tanya seorang sahabat kepada Gus Dur saat ngobrol santai di sebuah tempat.

“Baik Ismail maupun Ishak, dua-duanya tidak jadi disembelih, jadi buat apa diributkan,” jawab Gus Dur dengan gaya dan tawa khasnya. (Fathoni)