::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia

Selasa, 05 September 2017 04:00 Nasional

Bagikan

Citra Positif Jemaah Haji Indonesia di Mata Dunia
Jakarta, NU Online
Salsabilla Wilhelmina Arwani seringkali dikira orang Tiongkok. Bocah-bocah kecil meneriakinya, “Nihao, Shinwi,” dengan maksud menggodanya. 

Terkadang, mereka juga mengiranya orang Malaysia. Konon, di negara tempatnya belajar, Malaysia lebih dikenal. Padahal Indonesia memiliki andil cukup besar dalam kemerdekaan dan pembangunan negaranya.

Lepas dari itu, pernah suatu ketika, ia dan rekan-rekannya menanggapi pertanyaan tentang asal mereka. Saat mereka menyebut nama Indonesia, barulah pujian mengalir begitu deras dari lisan warga negara tersebut. 

Masya Allah. Tabarakallah. Indunisi ahsanu annasi akhlaqo,” tulis Salsa menirukan ucapan masyarakat sana pada status Facebooknya, Selasa (5/9).

Tentu saja heran yang ada di benak warga Pesantren Buntet tersebut. Bagaimana mereka bisa berpendapat demikian, sementara di negara yang beribukota Rabat itu warga Indonesia terbilang sedikit?

Pengalaman mereka berhaji membawa mereka beranggapan demikian. Cerita-cerita hujjaj dari Indonesia begitu berkesan di benak mereka. 

“Katanya orang Indonesia itu ramah, baik hati, mau berbagi, sopan, dan lainsebagainya. Katanya orang Indonesia itu sangat bersungguh-sungguh dalam ibadah umroh dan haji, muamalah dengan sesama orang Indonesia pun baik,” lanjut alumni Pondok Pesantren Kajen, Pati, tersebut.

Karena hal tersebut, mereka tak segan untuk memberikan nomor ponsel dan alamatnya agar suatu saat nanti rumahnya dapat dikunjungi bangsa Indonesia. 

“Sebab dari itu, banyak juga orang Maroko yang kemudian mempercayakan kami untuk menyimpan nomer ponselnya dan memberi tahu alamat rumahnya untuk dikunjungi kapan ada waktu,” tulis pelajar yang kini sedang menempuh studi di Muassasah Imam Nafie, Tangier, Maroko tersebut. (Syakir NF/Fathoni)