::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

LSN 2017

Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim

Jumat, 08 September 2017 01:03 Daerah

Bagikan

Pesantren Nurul Jadid Paiton Juara LSN Regional III Jatim
Probolinggo, NU Online
Persatuan Sepakbola Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo tampil sebagai juara I Liga Santri Nusantara (LSN) Regional III Jawa Timur 2017. Ia lolos sebagai juara usai mengalahkan tim dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan melalui drama adu pinalti 4-3 di Stadion Bayuangga Kota Probolinggo, Rabu (6/9) sore.

Tim Nurul Jadid Paiton langsung menguasai lapangan sejak wasit meniup pluit tanda dimulainya pertandingan. Permainan dari kaki ke kaki yang dimainkan oleh para santri dari Nurul Jadid membuat pertahanan tim Al-Yasini sempat kedodoran. Tim lawan juga merepotkan pertahanan tim Nurul Jadid.

Meskipun sama-sama menyerang dan bertahan secara bergantian, tetapi tendangan kedua tim belum mampu menghasilkan gol dan skorpun tetap 0-0. Akhirnya pertandingan dilanjutkan dengan drama adu pinalti dan dimenangkan oleh tim Nurul Jadid Paiton dengan skor 4-3.

Kepala Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Abdul Hamid Wahid menyatakan sangat bersyukur atas prestasi dan capaian yang telah dipersembahkan oleh santri-santri Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton di kancah LSN Regional III Jawa Timur.

Alhamdulillah, pembinaan olahraga di Pondok Pesantren Nurul Jadid dapat menyumbangkan prestasi. Semoga ini menjadi bibit lahirnya prestasi-prestasi selanjutnya yang dapat menopang lahirnya atlet profesional di Indonesia,” harapnya.

Atas keberhasilan ini, tim sepakbola Nurul Jadid Paiton akan mewakili LSN Regional III Jawa Timur untuk berlaga di jenjang antar-Regional se-Jawa Timur yang rencananya akan berlangsung di Lirboyo, Kediri.

“Turnamen ini memang sangat bagus karena tujuannya adalah untuk lebih memasyarakatkan olahraga sepakbola, khususnya kepada kaum santri. Dengan demikian, maka nantinya ada bibit-bibit olahraga sepakbola yang lahir dari pondok pesantren,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)