::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama

Sabtu, 09 September 2017 06:04 Daerah

Bagikan

Kearifan Lokal Harus Diekspose di Tengah Informasi Kerukunan Umat Beragama
Bandarlampung, NU Online
Saat ini keberagamaan agama, suku, dan budaya di Negara Kesatuan Republik Indonesia terus diuji dengan berbagai bentuk permasalahan. Isu-isu keagamaan yang bersinggungan dengan isu-isu politik dan kemanusiaan terus menghiasi pemberitaan baik cetak dan elektronik. Kondisi ini diperparah dengan ulah kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyelipkan berita hoaks untuk kepentingan mereka.

Jika fenomena pemberitaan yang mengarah pada disintegrasi bangsa serta merusak kerukunan antar maupun intern umat beragama ini terus menjadi konsumsi masyarakat, tidak menutup kemungkinan kondisi yang tidak diinginkan terjadi di NKRI ini.

Oleh karena itu, untuk menyejukkan kondisi yang ada ini diperlukan pemberitaan yang berimbang terkait kerukunan umat beragama. Hal ini karena banyak sisi-sisi lain yang terjadi di tengah-tengah masyarakat tidak terekspos oleh media seperti kearifan lokal tentang hubungan antarumat beragama di suatu daerah.

Kearifan lokal semisal bagaimana kekompakan terwujud dengan saling membantu kelancaran acara keagamaan pemeluk agama lain perlu disampaikan melalui pemberitaan sehingga suasana damai dan aman dirasakan oleh masyarakat luas.

Hal inilah yang diharapkan Kementerian Agama Provinsi Lampung melalui Kasubbag Hukum dan KUB Kementerian Agama Provinsi Lampung H Wasril Purnawan, Jumat (8/9).

Untuk mengangkat masalah strategis tentang kerukunan umat beragama ini, Wasril mengatakan bahwa pihaknya telah menggandeng media dan para jurnalis untuk terus mengampanyekan kerukunan umat beragama.

"Jangan hanya pemberitaan konflik agama saja yang diekspos. Masih banyak yang menyejukkan dari local wisdom yang perlu kita angkat," tegasnya.

Dengan menggandeng para jurnalis, pihaknya juga akan meramu berbagai kegiatan jurnalistik yang terkait dengan kerukunan ini.

"Berbagai kegiatan jurnalistik sedang digodok semisal lomba essai, fotografi dan iklan pendek tentang kerukunan diharapkan dapat meningkatkan kesejukan dari pemberitaan yang ada," tambahnya.

Kanwil Agama Lampung juga menggandeng para jurnalis untuk menyamakan persepsi tentang kerukunan ini melalui kegiatan diskusi dan workshop.

"Pada 11 September 2017 ini kita akan mengirimkan delegasi yang terdiri dari para jurnalis dari berbagai media di Lampung untuk mengikuti Workshop Peningkatan Peran Jurnalis Dalam Penanganan Isu Kerukunan Umat Beragama Tingkat Nasional di Pekan Baru Riau," katanya.

Ia berharap dengan langkah-langkah ini, pemberitaan yang berimbang dan menyejukkan tentang kerukunan umat beragama akan mewarnai berbagai media sehingga opini positif dapat terwujud di tengah-tengah masyarakat sebagai modal menjaga kedamaian di tengah keberagaman. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)