::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tradisi Sambut Kepulangan Jemaah Haji Harus Dilestarikan

Sabtu, 09 September 2017 08:00 Daerah

Bagikan

Tradisi Sambut Kepulangan Jemaah Haji Harus Dilestarikan
Pringsewu, NU Online
Sebentar lagi Para Jamaah Haji Indonesia akan pulang ke tanah Air. Kedatangan para tamu Allah ini disambut suka cita oleh keluarga, handai taulan dan segenap masyarakat. Ada tradisi di masyarakat kita ketika menyambut kedatangan jemaah haji sebelum sampai ke rumah masing-masing.

Keluarga dan masyarakat menyalami dengan cara memeluk bahkan ada menciumnya, kemudian meminta doa dengan harapan mendapatkan keberkahan dan selanjutnya para mereka duduk bercengkrama dan menikmati hidangan yang disuguhkan.

Menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung, tradisi atau budaya seperti ini merupakan sebuah ibadah yang memiliki tuntun serta landasan syariat. Hukum menyambut jamaah haji lanjutnya adalah sunah sebagaimana ditegaskan Imam Bukhori dalam kitab Shohih Bukhori Juz 6, halaman 307 yang menyebutkan bahwa para sahabat menyambut kedatangan Rasulullah SAW pulang dari perjalanan.

"Ketika Nabi SAW datang di Mekkah, anak-anak kecil bani Abdul Muthalib menyambut kedatangan beliau. Lalu Nabi SAW menggendong salah satu dari mereka di depan dan yang lain di belakang" katanya mengutip hadits tersebut.

Menyalami dengan cara memeluk bahkan menciumnya lanjut Pria yang akrab dipanggil Gus Nawir ini adalah sunah. Hal ini di jelaskan oleh Syeh Sulaiman bin Muhammad al bujairami dalam kitab Hasyah al bujairami, Juz 10 halaman 113.

Sementara itu tambahnya, hukum minta doa kepada Jamaah Haji adalah di sunahkan sebagaimana yang di jelaskan oleh Imam Nawawi dalam Kitab majmu' syarah al Muhadzab. Dan untuk hukum jamuan dan hidangan, menurut Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu' Syarah Muhadzdzab hukumnya sunnah.

"Baik yang menyediakan makanan itu orang yang baru pulang safar atau disediakan orang lain," tegasnya.

Sehingganya menurut Gus Nawir yang juga merupakan Ketua LBM NU Provinsi Lampung ini, Kearifan lokal dengan saling bersilaturahmi dan berbagi kebahagiaan seperti ini harus terus dilestarikan agar kesejukan dan kedamaian dimasyarakat selalu tercipta. (Muhammad Faizin/Fathoni)