::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Cara Kesebelasan Jersey Sirojut Thalibin FC Tampil Syar'i

Selasa, 12 September 2017 21:04 Pesantren

Bagikan

Ini Cara Kesebelasan Jersey Sirojut Thalibin FC Tampil Syar'i
Grobogan, NU Online
Jika dilihat sekilas, mungkin seragam punggawa asal Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo Tanggungharjo Kabupaten Grobogan ini layaknya seragam olahraga sepakbola pada umumnya. Namun, cobalah perhatikan dengan seksama.

Di bagian celana terlihat motif garis oranye yang terputus. Alias tidak sampai pada ujung kain celana yang menjuntai ke bawah menutupi kedua lutut para pemain.

Setelah dikonfirmasi oleh NU Online, CEO SIRBIN FC Muhammad Mudrik menerangkan bahwa hal tersebut dikarenakan ada penambahan kain hitam di bagian bawah celana.

"Hal tersebut merupakan syarat yang ditetapkan oleh KH Muhammad Shofi Al-Mubarok selaku pengasuh pesantren, bahwa santri meskipun dalam keadaan berolahraga, tetapi juga harus tetap menjaga syariat agama dengan berusaha untuk selalu menutup auratnya," terangnya.

Ia juga menjelaskan bahwa ketentuan tersebut telah ditetapkan sejak keikutsertaan Pesantren Sirojuth Tholibin yang pertama, yaitu tahun 2016.

Jadi penambahan kain itu bertujuan agar celana yang dikenakan para pemain tetap relevan jika dipandang dalam koridor syariat Islam. Karena telah diketahui bersama bahwa kewajiban seorang Muslim laki-laki adalah menutup auratnya, yaitu anggota tubuh  mulai dari kedua lutut hingga ke atas menuju pusar dalam keadaan apapun baik sedang berolahraga maupun dalam aktivitas yang lainnya.

Mungkin, hal ini bisa menjadi inspirasi bagi panitia LSN ke depannya. Jangan sampai di tengah geliat mendakwahkan Islam dan santri yang juga mampu berkompestisi. Hal-hal sederhana tetapi sangat intim seperti menutup aurat malah diabaikan dalam pelaksanaannya. (Ulin Nuha Karim/Alhafiz K)