::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Cinta Tanah Air Telah Ditanamkan Para Kiai Jauh Sebelum Kemerdekaan

Rabu, 13 September 2017 12:49 Nasional

Bagikan

Cinta Tanah Air Telah Ditanamkan Para Kiai Jauh Sebelum Kemerdekaan
Ilustrasi.
Tangerang Selatan, NU Online
Penulis Buku Masterpiece Islam Nusantara Zainul Milal Bizawie mengungkapkan, lagu Syubbanul Wathon sudah dinyanyikan di kalangan santri sejak tahun 1914. Jauh sebelum Indonesia merdeka. 

Lagu tersebut merupakan karya dari KH Abdul Wahab Chasbullah. Lirik-lirik lagu tersebut tentang semangat nasionalisme dan menentang segala bentuk penjajahan di Nusantara.

Bahkan setiap hendak memulai ngaji dan belajar, Kiai Wahab mewajibkan santrinya untuk menyanyikan lagi cinta tanah air tersebut. Madrasah Nahdlatul Wathan saat itu didirikan Kiai Wahab untuk menanamkan rasa cinta tanah air di kalangan pemuda lewat pendidikan.

“Tahun 1914 para santri sudah diajak untuk mencintai tanah air,” kata Milal di Sekretariat Islam Nusantara Center (INC) Tangerang Selatan pekan lalu.

Milal menambahkan, cintai tanah air sudah ditanamkan oleh para ulama Nusantara pada saat itu. Karena menicintai tanah air sebagai benteng dari serbuan paham transnasional. Menurut dia, di dalam praktik keberagamaan yang terpenting adalah masyaraktnya.

“Kalau Islam sudah tidak perlu dibela. Islam itu agama yang mulia di sisi Allah dan tidak perlu dibela. Yang perlu dibela itu masyarakatnya,” urainya.

Bagi Milal, untuk membela masyarakat maka yang harus dilakukan adalah membela wilayah dimana masyarakat tersebut ada. Oleh sebab itu, ia menegaskan bahwa cinta tanah air itu sangat penting dalam rangka membela wilayah dan masyarakatnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)