Innalillahi wainna ilahi rajiun, Mustasyar PBNU KH Ahmad Syatibi Syarwan wafat, Jumat (15/9), pukul 12.00 WIB. Lahul fatihah...::: NU Online memasuki hari lahir ke-14 pada 11 Juli 2017. Semoga tambah berkah! ::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Tingkatkan Minat Baca, PMII IAIN Purwokerto Gelar Lapak Buku Gratis

Kamis, 14 September 2017 11:05 Daerah

Bagikan

Tingkatkan Minat Baca, PMII IAIN Purwokerto Gelar Lapak Buku Gratis
Banyumas, NU Online
Pimpinan Komisariat (PK) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negri (IAIN) Purwokerto setiap Sabtu malam membuka lapak membaca buku gratis di alun-alun Purwokerto.

Lapak membaca buku gratis itu disediakan bagi para pengunjung alun-alun Purwokerto yang ingin berkreasi sambil membaca buku secara gratis. Ada berbagai macam jenis buku yang disediakan, dari mulai buku filsafat, ekonomi, hukum, sastra hingga buku anak-anak.

Buku-buku yang disajikan ini berasal dari perpustakaan pribadi milik Pimpinan Komisariat PMII Institut Agama Islam Negeri Purwokerto. Ketua Perpustakaan Bowo mengatakan, lapak membaca buku gratis itu disediakan untuk menunjang ketersediaan buku bacaan di ruang publik, karena menurutnya fasilitas yang menyediakan buku-buku gratis untuk dibaca masih sangat kurang.

"Di Purwokerto misalnya paling hanya di Perpustakaan Daerah (Perpusda) atau di taman baca," katanya.

Selain menyediakan buku-buku bagus untuk dibaca, kegiatan yang berlangsung dari jam 15:30 - 20:00 WIB itu juga menyuguhkan berbagai petunjukan seni, seperti pembacaan puisi, orasi budaya, serta diskusi dengan berbagai macam tema.

Ketua PMII FEBI IAIN Purwokerto Qosmal berharap dengan adanya lapak membaca buku gratis tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca bagi masyarakat yang tergolong masih rendah.

"Pentingnya membaca buku perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat, agar mereka tahu, bahwa membaca buku tidak pernah rugi, justru bisa menambah wawasan dan keilmuan kita," tuturnya.

"Buku memang benda mati. Namun buku mampu mengantarkan kita menjadi seolah-olah kita hidup pada suatu masa tertentu," kata Qosmal ketika ditemui di kampusnya, Rabu (13/9) siang. (Kifayatul Akhyar/Alhafiz K)