::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Ini Koleksi Musik Si Pendekar Pena H. Mahbub Djunaidi

Jumat, 06 Oktober 2017 16:10 Nasional

Bagikan

Ini Koleksi Musik Si Pendekar Pena H. Mahbub Djunaidi
Miller, Humperdinck, dan Goodman
Jakarta, NU Online 
H. Mahbub Djunaidi, di tengah kesibukannya memiliki hobi musik dan olahraga memanah dan pencak silat. Khusus soal musik, Ketum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu menyukai jazz dan pop.

Menurut salah seorang putranya, Yuri Mahatma, H. Mahbub Djunaidi yang dijuluki orang sebagai Pendekar Pena itu menyukai pop besutan Engelbert Humperdinck.

"Itu musik popnya,” katanya  di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Beben Jazz, ketika mendengar nama Engelbert Humperdinck, ia turut menjelaskan bahwa penyanyi itu populer sekitar tahun 1950 hingga 1970. 

“Saya beru tahu belakangan itu dia suka jazz juga. Ternyata dia kolektor,” lanjut Yuri yang menyukai jazz sejak duduk di bangku SMA, dan kini menjadi gitaris jazz terkenal di Bali. 

Di antara koleksi jazz H. Mahbub Djunaidi, menurut Yuri, adalah Benny Goodman, Glenn Miller. 

Tak hanya penikmat, H. Mahbub Djunaidi, di tengah kesibukannya sebagai politisi, sastrawan, dan pengelola media, juga pernah belajar alat musik klarinet, tapi tidak selesai.

Beben Jazz menyayangkan koleksi esais berjuluk pendekar pena itu raib. Padahal itu adalah harta karun yang bernilai tinggi.

Pada acara "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" itu hadir Menteri Pemuda dan Olahraga H. Imam Nahrawi. Ia membacakan Manakib H. Mahbub Djunaidi. Hadir pula Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini, Waketum PBNU yang juga Rektor UNUSIA KH Maksum Mahfudz, Ketua PBNU Sulthan Fatoni, dosen-dosen UNUSIA dan para aktivis PMII. (Abdullah Alawi)