::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS

Sabtu, 07 Oktober 2017 09:00 Internasional

Bagikan

Kisah Duka Gadis Jerman yang Tergiur ‘Bumi Khilafah’ ISIS
Dubai, NU Online
Linda Wenzel (17) tak mengira dirinya kini harus berhadapan dengan kondisi serbasulit: terpojok lantaran pernah terlibat dalam organisasi teroris dan harus menyelesaikan kasus di meja pengadilan.

Semula remaja asal Jerman yang ketika itu berusia 16 tahun itu berkenalan dengan seorang gadis Yordania bernama Fatima. Dari teman barunya inilah malapetaka itu berlangsung. Ia dihubungkan dengan seorang syekh dan mulai dilibatkan dalam forum-forum kaum ekstremis.

Syekh tersebut diketahui bernama Abu Khaled, seorang imam masjid di Jerman Selatan. Mulanya Khaled tak mau menemui Linda karena alasan bukan mahram dan larangan berkhalwat alias berduaan. Namun di kemudian hari sang syekh memberinya buku-buku tentang Islam berbahasa Jerman hingga kian mendekatkannya dengan orang-orang dan paham ekstremis.

Linda menceritakan hal itu dalam wawancara dengan Al-qatha'a, surat kabar milik Dewan Peradilan Tertinggi Irak, seperti dikutip Al Arabiya, Kamis (5/10). Empat hari yang lalu ia juga berkisah dalam sebuah sidang pengadilan.

Linda tertangkap gabung ISIS pada Juli lalu oleh pasukan Irak dalam misi pembebasan Mosul dari ISIS. Gadis tersebut ditemukan di bawah reruntuhan tembok rumah di Mosul, lalu disoraki dan digelandang beberapa tentara pria untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Di hadapan pengadilan ia mengaku sangat menyesal telah meninggalkan Jerman. Ia mengungkapkan, Abu Khaled tak bisa menemuinya karena dalam pengawasan otoritas Jerman. Kepada majelis hakim Linda meronta ingin kembali ke negara asalnya.


Menikah melalui Telepon

Perkenalannya dengan pejuang ISIS, Abu Usama Al-Shishani melalui forum juga membuatnya semakin jatuh hati pada ISIS. Selain berjanji akan menikahi Linda, Abu Usama berhasil meyakinkannya untuk bergabung dan hijrah ke "bumi khilafah".

Setelah hubungan dengan keluarganya memburuk, Linda pun diminta mengurus dokumen dan menempuh perjalanan ke Turki.

Ketika Linda tiba di Turki, Abu Usama sudah melarikan diri ke Suriah. Janji untuk menikahi Linda pun direalisasikan melalui telepon. Linda lantas diminta pergi ke perbatasan Turki-Suriah dan harus berjalan kaki selama tiga jam melintasi rute ilegal negara orang lain.

Begitulah nasib Linda. Ia kemudian menyusul ke Mosul dan berdasarkan pengakuannya ia lebih banyak menghabiskan waktu sendirian. Tiga bulan berikutnya ia menerima kabar suaminya tewas. Linda menjadi janda dalam usia yang masih tergolong remaja.

Saat pasukan Irak mendekati Mosul, Linda mengaku sebetulnya ingin kembali ke Jerman. Tapi organisasinya (ISIS) mencegahnya dan memberikan 200 dollar AS sebagai kompensasi atas kematian suaminya.

Hingga akhirnya, Linda tertimpa reruntuhan dinding rumah dalam sebuah operasi pembebasan oleh pasukan Irak. Ia digelandang dan disoraki. Dan, kini di usianya yang relatif muda itu ia dipaksa berbenturan dengan palu hukum di negeri asing tanpa sanak saudara. (Red: Mahbib)