::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pentas PAI VIII Digelar di Aceh, Ini Perbedaan dengan Perhelatan Sebelumnya

Sabtu, 07 Oktober 2017 08:27 Nasional

Bagikan

Pentas PAI VIII Digelar di Aceh, Ini Perbedaan dengan Perhelatan Sebelumnya
Direktur PAI Kemenag, Imam Safei.
Jakarta, NU Online
Perhelatan Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) VIII yang diselenggarakan Kementerian Agama mengambil Provinsi Aceh sebagai tuan rumah. Kegiatan yang digelar pada 9-14 Oktober 2017 ini mengangkat tema Merawat Kebergaman, Memantapkan Keberagamaan.

Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menegaskan kenapa Aceh terpilih menjadi kegiatan Pentas PAI 2017 ini. Kegiatan yang mempertemukan siswa SD, SMP, SMA, dan SMK dari seluruh Indonesia itu perdana dilaksanakan di luar pulau Jawa.

“Ini menegaskan bahwa Indonesia bukan hanya Jakarta,” jelas Imam Safei, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama.

Menurut Imam, Aceh menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta yang berjumlah sekitar 1.200 orang. Mereka akan disuguhkan berbagai pertunjukkan menarik berbasis tradisi dan budaya lokal.

Dia menerangkan, ketertarikan para peserta cukup besar terhadap penunjukan Aceh sebagai tuan rumah. Menurutnya hal ini membuktikan kecintaan mereka terhadap Indonesia. Karena bagi peserta Indonesia bagian timur bukan tempat yang dekat selain biaya juga tinggi.

“Penunjukan Aceh ini penting agar anak-anak tidak hanya bernyanyi ‘dari Sabang sampe Merauke’, tapi mereka betul-betul mengunjunginya,” kelakar Imam.

Bagi Imam, Aceh yang dikenal sebagai Serambi Mekkah kental akan nilai-nilai religiusitas penting bagi penanaman sekaligus pemahaman Islam rahmatan lil alamin.

“Tema besar Pentas PAI kali ini sangat strategis untuk menyosialisasikan Islam rahmatan lil alamin, Islam moderat terutama bekal bagi para guru,” ujarnya.

Penguatan kompetensi dan pengetahuan agama Islam dalam Pentas PAI menurut Imam harus dibarengi kesadaran anak didik akan keberagaman Indonesia. Menurutnya, tentu bekal tersebut bermanfaat bagi mereka ketika berkiprah untuk bangsa dan negaranya.

“Birokrasi kita ini 80 persen diisi orang-orang yang mempunyai pendidikan umum sehingga bekal pemahaman Islam moderat dan menghargai sesama anak bangsa menjadi penting,” ungkap Imam.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)