::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Kiai Said Sebut Sejumlah Penyandang Disabilitas Berpengaruh di Dunia

Sabtu, 07 Oktober 2017 12:05 Nasional

Bagikan

Kiai Said Sebut Sejumlah Penyandang Disabilitas Berpengaruh di Dunia
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa disabilitas itu kemulian dari Allah.

"Bagi Allah, (disabilitas) merupakan kemuliaan bukan kekurangan," kata Kiai Said pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren As-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini, Kiai Said menyebutkan tokoh-tokoh penyandang disabilitas yang berhasil seperti Prof Toha Husein dari Mesir yang dikenal sebagai pelopor gaya sastra Arab.

Pria kelahiran Kempek Kabupaten Cirebon ini pun menceritakan tentang proses Toha Husein saat membuat disertasi S3 di Universitas Sorbonne Perancis.

"Ketika menulis S3 disertasi, ia punya anak satu. Toha Husein sambil gendong anaknya, istrinya membacakan literatur, nanti Toha Husein yang menyimpulkan dan istrinya pun yang menulisnya," katanya menceritakan.

Selain Toha Husein, kiai berumur 64 tahun ini tak ketinggalan menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai orang yang mempunyai jasa besar terhadap negara Indonesia. Di antara jasa besarnya, ialah Gus Dur mampu menjaga keutuhan NKRI.

Menurut Kiai Said, saat Gus Dur menjadi presiden dan setiap pergi ke Eropa, Gus Dur meminta ke negara-negara barat untuk tidak mendukung beberapa wilayah di Indonesia yang ingin keluar dari Indonesia seperti Provinsi Aceh dan Papua.

Alhamdulillah berkat Presiden Gus Dur yang tidak sempurna penglihatannya itu, Indonesia terselamatkan dari disintegrasi, dari perpecahan. Indonesia utuh kembali,” jelasnya.

Tampak hadir pada acara ini Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida'i. (Husni Sahal/Alhafiz K)