::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille

Sabtu, 07 Oktober 2017 21:02 Nasional

Bagikan

Animo Nyantri Tunanetra Tinggi, Pesantren Belum Siap Al-Quran dan Kitab Kuning Braille
Jakarta, NU Online
Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso mengatakan banyaknya penyadang tunanetra yang ingin belajar agama di pesantren. Namun demikian harapan mereka terpaksa tertunda karena pesantren tidak ada fasilitasnya.

Demikian dikatakan Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Budi mengatakan, fasilitas kitab-kitab kuning braille untuk penyandang tunanetra belum tersedia di pesantren.

“Jadi kalau tunanetra ngaji di pesantren, ya hanya ngaji kuping saja. Lewat kuping kanan dan keluar kuping kiri. Selesai,” katanya prihatin.

Melihat fasilitas bagi tunanetra yang memprihatinkan, Budi pun membuat percetakan Al-Qur’an braille. Ia juga mengembangkan braille dengan menyediakan fasilitas buku-buku kegamaan bagi tunanetra.

“Kami berusaha untuk bisa menyubsidi atau memberikan Al-Qur’an ini secara gratis ke seluruh Indonesia bagi tunanetra,” ujarnya diringi tepuk tangan peserta sarasehan.

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H. Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida'. (Husni Sahal/Alhafiz K)