::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Satkornas Banser Husada Gelar Baksos ATS dan Sedekah Oksigen di Sumsel

Ahad, 08 Oktober 2017 10:03 Nasional

Bagikan

Satkornas Banser Husada Gelar Baksos ATS dan Sedekah Oksigen di Sumsel
Jakarta, NU Online
Satuan Unit Khusus Banser Husada (Basada) Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser akan menggelar baksos penyembuhan alternatif penyakit medis dan non medis Aji Tapak Sesontengan (ATS) sekaligus sedekah oksigen, di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kepala Satuan Unit Khusus Husada Satkornas Banser Yunianto Wahyudi, di Jakarta, Ahad (8/10) menegaskan, pihaknya mendorong kader inti pemuda Ansor untuk menunjukkan kesehatan pikiran dan perilaku dengan harakah (gerakan) bermanfaat bagi masyarakat dan kehidupan.

Kegiatan bekerjasama dengan Yayasan ATS Global Indonesia Swarna Raya dan Gusdurian Lampung tersebut akan digelar dalam tiga hari, mulai Selasa 17 Oktober hingga Kamis 19 Oktober 2017, setiap pukul 09.00 WIB hingga selesai, di Balai Dusun III, Sukadamai, Tanjung Lago, Banyuasin. Informasi, 081273694632, Sunarto kader Ansor, Sukadamai.

"Sedekah oksigen adalah satu kegiatan bertujuan mengembalikan bumi agar tetap sejuk dan bermanfaat bagi kehidupan," kata dia lagi.

Kegiatan tersebut layak diapresiasi dan didukung berbagai pihak sehingga bisa kian masif dan baik sehubungan penting bagi kehidupan dan generasi mendatang di negeri dengan beragam persoalan lingkungan hidup yang seringkali dianaktirikan.

Pada 2008, Guinness Book mencatat Indonesia sebagai negara dengan tingkat kehancuran hutan tercepat di antara negara-negara yang memiliki 90 persen dari sisa hutan di dunia atau menghancurkan luas hutan setara dengan 300 lapangan sepakbola setiap jamnya.

Kendala lingkungan hidup lain di Indonesia ialah kejahatan lingkungan melalui kesewenang-wenangan mengubah tataruang tanpa mempertimbangkan karakteristik ekologi seperti reklamasi berdampak buruk di sejumlah daerah.

Selain itu, tingkat pencemaran lingkungan akibat pengelolaan sampah di Indonesia bahkan diibaratkan sebagaimana kanker memasuki stadium IV.

Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Satkorwil Lampung Gatot Arifianto memaparkan, gagasan tersebut berawal dari keyakinan setiap orang pasti mempunyai dosa terhadap bumi, minimal membuang bungkus permen atau bekas botol air mineral sembarangan.

"Pertanyaan sederhana ialah kita sering melukai bumi atau merawat bumi? Banyak mana dalam keseharian kita, membakar, membuang sampah sembarangan, mencemari air dan tanah atau sebaliknya, mengasihi bumi. Pernah tidak kita menanam satu pohon saja yang faktanya memberi gratisan oksigen seumur hidup?" ujar Gatot.

Hakikat bakti sosial penyembuhan alternatif tersebut digelar secara cuma-cuma alias gratis untuk membantu masyarakat setempat yang sakit dengan terapi ATS dan tanpa modus jual obat.

"Tapi dengan segala kerendahan hati izinkan kami 'mengamen untuk bumi. Kami mengajak warga Kampung Sukadamai yang mempunyai rejeki lebih berdonasi seridhonya, yang tidak punya jangan memaksakan diri," ujar Kamitua (master) ATS itu.

Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lalu menambahkan, hasil donasi tersebut dikembalikan lagi untuk membeli satu jenis pohon yang mempunyai nilai ekonomi seperti mangga, nangka, sawo dan lain-lain untuk ditanam di Kampung Sukadamai.

"Keterlibatan publik untuk menjaga masa depan bumi sangat diperlukan dan menjadi tanggung jawab bersama. Apalagi di wilayah Sumatera masih  banyak lahan yang luas. Jadi mengapa tidak kita bersama-sama berterima kasih pada bumi dengan menanam pohon yang merupakan produsen oksigen?" kata dia.

Kegiatan baksos tiga hari berturut-turut tersebut sekaligus sebagai bonus dan pendampingan bagi masyarakat setempat  yang melakukan aktivasi ATS agar semakin gamblang mengenai warisan jenius husada leluhur nusantara tersebut walau sebenarnya ATS langsung bisa dipraktikan karena tanpa teori berlembar-lembar.

Kepala Kampung Sukadamai Ahmad Lamiran merespon baik dan menunggu berlangsungnya kegiatan tersebut karena memiliki beragam dampak positif serta tak sabar untuk mencoba terapi ATS.

Untuk diketahui, pohon memiliki beragam manfaat, seperti memproduksi oksigen, membantu mengatur perubahan iklim, berperan melakukan isolasi untuk planet ini dan membantu untuk menjaga suhu bumi agar senantiasa konsisten.

Sedekah oksigen juga merupakan salah satu upaya menghambat pemanasan global, meningkatkan air tanah, meneduhkan lingkungan hingga menciptakan kemandirian desa/kampung kedepannya. Gerakan sedekah oksigen adalah investasi amal dalam jangka panjang.

"Berbuat baik untuk bumi yang akan kita wariskan bagi anak cucu kita lebih jelas masuk akal dan asyik daripada menggelar perdebatan-perdebatan panjang di media sosial demi kepentingan politik sesaat. Ketika guru bangsa kita Gus Dur berpesan 'yang lebih penting dari politik ialah kemanusiaan', maka inilah jalan mewujudkannya, dengan perbuatan, dengan gerakan yang merupakan kata depan organisasi Pemuda Ansor," kata Asinfokom Satkornas Banser itu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)