NU: IDUL FITHRI 1439 H MENUNGGU HASIL RUKYAH KAMIS 14 JUNI 2018::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Lantik PCNU Kota Padang, Helmy Faishal Ingatkan Tantangan NU

Kamis, 12 Oktober 2017 17:01 Nasional

Bagikan

Lantik PCNU Kota Padang, Helmy Faishal Ingatkan Tantangan NU
Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang resmi dikukuhkan pada Rabu, (11/10). Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang, Sumatera Barat masa khidmat 2017-2012 tersebut dikukuhkan oleh Sekretaris Jenderal PBNU HA. Helmy Faishal

Pria kelahiran Cirebon tersebut mengingatkan bahwa tentangan dalam kontestasi berbangsa dan bernegara sangat kompleks. NU harus mengambil peran dalam menghadapi tentangan tersebut. Salah satu tantangannya antara lain adalah soal tren radikalisme yang semakin meningkat.

“Data lembaga penelitian Singapura menyatakan bahwa ada sekitar sepuluh juta orang terpapar radikalisme. Ini angka yang sangat fantantis danl uar biasa,” jelas Helmy kepada NU Online.

Oleh karena itu menurutnya, warga NU harus ambil bagian untuk menanggulangi radikalisme tersebut. Salah satunya dengan memperkuat pandidikan karakter dengan pendidikan diniyah salah satunya. 

“NU dengan pesantren dan lembaga-lembaga diniyahnya menurut saya memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan apa yang disebut sebagai gerakan deradikalisasi,” imbuh Helmy. 

Selain itu, Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal tersebu juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan. Hal itu menurutnya sangat penting guna menerapkan prinsip keadilan dalam berbangsa dan bernegara.

Dia menjelaskan, Data BI (Bank Indonesia) menyebutkan bahwa hanya segelintir orang menguasai mayoritas asset bangsa bahkan ada yang jutaan hektar lahan produktif. Dan dalam Islam tidak boleh harta berputar pada satu golongan saja. 

“Maka muktamar Jombang menjawab tantangan dengan penguatan di tiga bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Warga NU harus mandiri secara ekonomi,” jelas Helmy mengakhiri. (Fathoni)