::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pelajar NU Kota Pekalongan Teladani Ulama Melalui Ziarah

Senin, 16 Oktober 2017 09:01 Daerah

Bagikan

Pelajar NU Kota Pekalongan Teladani Ulama Melalui Ziarah
Pekalongan, NU Online
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan mengajak kadernya meneladani para ulama salafus sholihin dengan cara melakukan ziarah ke makam para ulama yang ada di pemakaman Sapuro Kota Pekalongan.

Kegiatan ziarah ke makam para ulama dikhususkan ke kedua ulama besar di Pekalongan yakni Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib Alatas yang juga kakek dari Habib Baqir Abdullah dan makam Habib Hasyim bin Umar bin Yahya yang juga kakek dari Habib Luthfi bin Yahya berlangsung, Ahad (5/10) diikuti ratusan peserta.

Kegiatan ziarah ke makam ulama menurut Muhammad Saifullah yang juga Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kota Pekalongan yakni di samping dalam rangka rangkaian kegiatan pra Konfercab IPNU Kota Pekalongan juga dalam upaya meneladani kedua ulama yang punya jasa sangat besar bagi perkembangan Islam di Kota Pekalongan.

"Sebagai kader Nahdlatul Ulama, IPNU-IPPNU jangan sampai menjauh dengan ulama apalagi sampai tidak kenal," ujarnya.

Dikatakan Saifullah, banyak contoh keteladanan dari kedua ulama yang sangat disegani di masa hidupnya. Baik yang berkaitan dengan hablum minallah maupun hablum minannas, sehingga kader kader IPNU IPPNU jangan sampai 'kepaten obor' terputus tali sejarah dengan tidak mengenal siapa kedua tokoh besar yang menjadi panutan ummat di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Saifullah berharap, melalui ziarah ini kader kader IPNU maupun IPPNU semakin cinta dengan ulama. Karena peran para ulama lah NU bisa berdiri dan berkembang khususnya di Kota Pekalongan.

Seperti diketahui, Habib Ahmad Bin Abdullah Bin Tholib Al Athas adalah seorang tokoh penyebar agama Islam di Kota Pekalongan dan sekitarnya. Ia dilahirkan di kota Hajren Hadramaut Yaman pada tahun 1255 hijriah atau tahun 1836 masehi.

Sekalipun masa remajanya banyak mendapat tempaan ilmu dari banyak guru di Makkah dan Madinah, namun guru yang paling utama dan paling besar pengaruhnya bagi pribadi Habib Ahmad adalah Sayyid Ahmad Zaini Dahlan seorang pakar ulama yang sangat banyak muridnya di Mekkah al Mukarromah. 

Banyak ulama-ulama dari Indonesia yang juga berguru kepada Sayyid Ahmad Zaini Dahlan. Seperti KH Kholil Bangkalan Madura dan KH Hasyim Asy’ari Jombang Jawa Timur.

Sedangkan Habib Hasyim bin Umar bin Yahya merupakan kakek dari Maulana Habib M. Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan. Beliau adalah orang yang merintis dakwah serta mendirikan pesantren dan madrasah diniyah pertama di Kota Pekalongan. 

Pondok pesantren tersebut didirikan untuk masyarakat umum yang santrinya tidak hanya dari kalangan habaib. Habib Hasyim dan para ulama’ merintis dakwah melalui maulid nabi sehingga masyarakat lebih jauh mengenal dan mengerti Islam, Al Qur’an dan lain sebagainya.

Acara wisata ziarah yang diikuti ratusan peserta berangkat dari Gedung Aswaja menuju ke makam Sapuro menempuh jarak sekitar 2 km dengan menaiki sepeda motor sambil membawa atribut bendera NU, IPNU dan IPPNU berlangsung cukup tertib di tengah tengah ribuan peziarah  lainnya yang datang dari berbagai penjuru daerah. (Abdul Muiz/Fathoni)