::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual

Jumat, 20 Oktober 2017 01:03 Daerah

Bagikan

Pendidikan Pesantren Teruji Hasilkan Kecerdasan Spiritual
Kakanwil Pringsewu, Muhammad Yusuf.
Pringsewu, NU Online
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Muhammad Yusuf mengingatkan bahwa pendidikan Agama merupakan aspek yang paling mendasar dalam rangka mencetak generasi yang tangguh.

"Pendidikan spiritual (Agama) merupakan basic atau dasar dan tidak boleh dilewati," tegasnya saat melakukan visitasi ke MAN 1 Pringsewu, Kamis (19/10).

Menurutnya memiliki kepintaran kognitif saja tidak cukup namun harus dibarengi dengan kecerdasan lainnya. Berbagai aspek kecerdasan harus dimiliki oleh setiap individu diantaranya kecerdasan intelektual dan emosional.

"Kita juga jangan terlalu mengandalkan Kecerdasan intelektual dan emosional saja karena nantinya bisa menjadi jiwa yang otoriter dan kurang bijak. Kecerdasan kita harus diimbangi dengan kecerdasan Spiritual," tegasnya.

Permasalahan kurangnya kecerdasan spiritual inilah yang saat ini masih dihadapi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Padahal menurutnya jika dirunut kebelakang pendidikan yang paling inten dan merupakan sistem pendidikan tertua dalam pendidikan Agama adalah Pondok Pesantren.

"Permasalahan pendidikan saat ini adalah karena Sistem Pendidikan Pesantren tidak dinasionalkan. Banyak pihak membohongi hati nurani kalau Pondok pesantren adalah sistem pendidikan paling tua dan teruji," tegasnya menilai pondok pesantrenlah yang mampu menjawab permasalahan pendidikan saat ini.

Ia menilai kondisi pondok pesantren di Indonesia saat ini banyak yang terbengkalai dan kurang mendapat perhatian. Hal ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah semua pihak untuk lebih memperhatikan pondok pesantren.

Pentingnya pendidikan agama melalui sebuah sistem yang baik dan silsilah yang jelas menurutnya sangat penting dan seharusnya diperhatikan banyak pihak.

Ia menilai bahwa belajar agama tidaklah cukup dengan belajar sekilas apalagi melalui media yang saat ini mudah diakses seperti internet. 

"Yang tidak pernah ngaji dipesantren itu kelihatan kualitas ilmu agamanya. Dari cara baca qurannya bisa terlihat," tegas Yusuf. (Muhammad Faizin/Fathoni)