::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri

Jumat, 20 Oktober 2017 07:02 Daerah

Bagikan

Sambut Hari Santri, IAIN Jember Wajibkan Civitas Akademika Pakai Busana Santri
Jember, NU Online
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember dalam rangka menyambut hari santri nasional mewajibkan segenap warga civitas akademika mulai dari dosen, pegawai, satpam hingga mahasiswa memakai busana ala santri.

Mahasiswa diharuskan memakai sarung, baju takwa atau batik, berkopiah dan bersandal atau sepatu sandal. Sementara mahasiswi dan dosen wanita tetap menggunakan jilbab dan sandal. Dosen atau mahasiswa yang tidak berbusana ala santri dilarang masuk kecuali tamu orang luar IAIN Jember.

Kewajiban menggunakan busana ala santri itu berlaku sejak 17 Oktober hingga tiga hari ke depan.

Dalam pantauan NU Online, IAIN Jember benar-benar berubah. Sejak masuk pintu gerbang kampus, suasana ala pesantren sudah terasa. Begitu juga di dalam ruang perkuliahan, juga tak ubahnya seperti di madrasah atau pondok. Bahkan, tak jarang di antara mereka saling menggoda dan bercanda soal busana santrinya.

"Hari santri memang kami sambut sedemikian rupa agar syiarnya lebih menggema dan maknanya lebih terasa. Acara lain juga masih banyak terkait hari santri," ujar Rektor IAIN Jember Babun Suharto kepada NU Online.

Menurutnya, selain terkait hari santri instruksi berbusana ala santri tersebut juga sejalan dengan visi IAIN Jember, yaitu sebagai pusat kajian Islam Nusantara berbasis pesantren.

Sambutan positif datang dari dosen IAIN Jember Halim Subahar. Pria yang juga Ketua MUI Jember ini menilai apa yang diterapkan kampusnya dalam menyambut hari santri layak diapresiasi. Ia berharap pakaian ala santri bisa diterapkan secara rutin di IAIN Jember, misalnya setiap hari Jumat.

"Saya akan senang kalau mahasiswa dan dosen diminta terus berbusana santri. Pakai sarung ini sangat rileks. Justru kalau pakai celana panjang malah terkekang," canda Halim. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)