::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Semarak Hari Santri di Pakistan

Kamis, 26 Oktober 2017 23:00 Internasional

Bagikan

Semarak Hari Santri di Pakistan
PCINU Pakistan mengadakan pembacaan shalawat Nariyah, Ahad (22/10)
Islamabad, NU Online
Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan tak ketinggalan mengadakan peringatan Hari Santri. Ahad (22/10) lalu, peringatan HSN dilakukan dengan mengajak santri-santri yang sedang belajar di negeri Ali Jinah untuk akrab dan rukun berkumpul bersama. 

Peringatan HSN diadakan di dua tempat terpisah, yakni di asrama putra dan putri kampus International Islamic University Islamabad. Tidak hanya dihadiri warga Nahdliyyin dan Nahdliyyat saja, namun juga melibatkan antusias warga Thailand, China, dan Pakistan sendiri.

Ahmad Azizuddin, Ketua Tanfidziyah PCINU Pakistan menyampaikan maksud dan tujuan diadakannya Hari Santri Nasional di Pakistan, untuk mengenang kembali jasa dan perjuangan zaman kemerdekaan Indonesia melawan kolonial, serta mensyukuri nikmat kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT yang dipersembahkan oleh pejuang-pejuang tanpa pamrih.

Pembacaan shalawat Nariyah dilakukan dengan maksud agar NKRI tetap terjaga, utuh selamanya, dan sebagai rasa terima kasih kepada tanah air Indonesia. Pembacaan sholawat Nariyah dimulai sejak pukul 17.00 waktu Pakistan, kemudian dijeda shalat maghrib berjamaah, dan dilanjutkan kembali bacaannya sampai azan shalat isya. Upaya tersebut menghasilkan akumulasi bacaaan shalawat nariyah sebanyak 3.460 kali. 

Setelah shalat isya, dilanjutkan dengan acara nonton bersama film Sang Kiai. Tujuannya untuk memberikan gambaran bagaimana perjuangan santri-santri dulu dalam membela tanah air yang ternyata membuat kita sadar arti perjuangan, yakni perjuangan melawan penjajah tidak semudah yang kita bayangkan, perlu pengorbanan bahkan mempertaruhkan nyawa demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Acara diakhiri ramah-tamah makan malam bersama bagi santriwan dan makan kolak bagi santriwati. Terselenggaranya acara Hari Santri Nasional memberikan pengalaman tersendiri bagi warga NU Pakistan dan warga lainnya. Sebagian besar dari mereka yang sebelumnya tidak mengenal shalawat nariyah, mengetahui shalawat Nariyah. 

Syarif Husain salah satu Nahdliyyin yang hadir mengatakan, hari santri adalah momen untuk kembali memperbaharui niat.

“Niat akan pentingnya menuntut ilmu, yang merupakan tugas utama santri di luar negeri, mempersiapkan diri sebagai garda terdepan dalam membangun negeri menjadi lebih baik ke depannya," katanya.

Sufida, Mahasiswi program Islamic Studies IIU Islambad asal Thailand, mengomentari film Sang Kiai yang disuguhkan.

"Saya terharu melihat perjuangan ulama dan para santri di Indonesia dalam mempertahankan keutuhan negara dengan landasan agama yang kuat," ungkap Sufida.

Tentang shalawat Nariyah, ia mengatakan hal itu sebagai pengalaman baru baginya.

“Karena belum pernah mendengar shalawat ini sebelumnya,” katanya.

Tak lupa Sufida menyampaikan, "Selamat Hari Santri Nasional untuk seluruh masyarakat Indonesia." (Red:Kendi Setiawan)