::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Aksi Budaya Ramaikan Hari Santri Cilacap

Ahad, 29 Oktober 2017 22:30 Daerah

Bagikan

Aksi Budaya Ramaikan Hari Santri Cilacap
Cilacap, NU Online
Menghangatkan Hari Santri 2017, PC Lesbumi NU Cilacap, menggelar Aksi Budaya Hari Santri Nasional pada Jumat (27/10).

Dipandu host Muhammad Nahdliyin gelaran aksi pun mengalir cair. Mengawali rangkaian acara, siswa-siswa SMP Ya Bakii 1 Kesugihan menyuguhkan racikan lagu-lagu Islami. 

Teater Miat Ingsun Ngaji persembahan santri-santri Pesantren Al Ihya Ulumuddin Kesugihan yang juga tidak kalah aktraktif. Mereka menyelingi orasi dan pembacaan puisi karya Gus Mus oleh Lina Holis (Ketua PC IPPNU), Nur Wahid (Ketua PC IPNU).

Ketua LP Maarif KH Munir Riyanto, Kasatkorcab Banser Mbah Jamaluddin Al-Bab, Ketua PC Fatayat Siti Sururiyyah, dan PC LDNU H Taufiq Hidayatullah tak ketinggalan menampilkan aksi membaca puisi. 

Sementara Kuwat Darmawan dan Nasruddin Mudaft bertindak sebagai penata artistik. 

Selain penampilan para pengisi, juga ditayangkan dokumentasi film karya komunitas Sangkanparan Cilacap. Film berupa  testimoni dan ucapan selamat Hari Santri Nasional dari unsur PCNU, pimpinan pesantren.

Pengunjung pun tak beranjak hingga penampilan Habib Ali Al-Munawar dkk membacakan simtuduror dengan musik pengiring grup hadroh Al-Azhar PAC IPNU Sampang. 

Gus Aid Aid Mustaqim Hasby dari PCNU Cilacap, mengatakan, melalui aksi budaya kali ini diharapkan menjadi inspirasi bagi para santri yang dituntut semakin mandiri. 

Sementara Koordinator acara, Abdulloh Amir menegaskan sampai hari ini, dan di masa mendatang, peran santri tetap penting dalam menjaga keutuhan NKRI.

Ada pun Ketua Lesbumi Cilacap, Badruddin Emce mengatakan kegiatan serupa direncanakan digelar di beberapa titik.

“Sehingga Nahdliyin, terutama santrinya yang tersebar di kabupaten yang luas ini, memiliki kesempatan (dalam unjuk kepiawaian dan mengakses kesenian) yang sama,” kata Badruddin. (Red: Kendi Setiawan)