::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul

Senin, 30 Oktober 2017 21:30 Daerah

Bagikan

Dedi Mulyadi: Santri Jangan Ngumpul
Budayawan Dedi Mulyadi pada Hari Santri PCNU Kabupaten Bekasi, Sabtu (28/10)
Bekasi, NU Online
Budayawan Dedi Mulyadi mengingatkan santri adalah orang-orang yang berakhlak mulia. 

Hal itu disampaikan Dedi pada Gebyar Hari Santri Nasional sekaligus Hari Sumpah Pemuda, Sabtu (28/10) malam di Stadion Mini Tambun, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pada puncak peringatan HSN yang diadakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bekasi, Dedi juga mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. 

“Untuk pelajaran agama, kalau bisa ustad-ustad diperdayakan dengan cara mengajar di Sekolah Dasar (SD), dan mengajari kitab kuning,” kata pria yang juga Bupati Purwakarta.

Menurutnya, jika sejak kecil tidak diberikan pengalaman ilmu agama, dan baru didapatkan ketika kuliah, seseorang akan merasa paling benar.

Ia juga berpesan karena tugas NU itu adalah menjadi benteng NKRI, keterlibatan santri harus lebih luas dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia, apalagi sekarang adalah abad kebangkitan para santri.

“Santri jangan pada ngumpul (terpusat di satu titik). (Santri) disebar ke semua (wilayah), agar Republik ini diisi oleh para santri,” terangnya.

Kabag Kesra Kabupaten Bekasi, Iyan Supriatna yang mewakili Bupati Bekasi menuturkan, bicara soal Hari Santri Nasional Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung penuh. Terlebih, pada hari H (22 Oktober 2017)  Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin juga sudah mengadakan peringatan Hari Santri Nasional di Masjdi At Taqwa, Babelan.

“Bicara HSN beliau (Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin) mendukung penuh. Apalagi dibidang keagamaan, beliau sangat mendukung sekali,” ucap mantan Camat Tambun Selatan ini. 

Tema peringatan HSN PCNU 2017 Kabupaten Bekasi adalah Membangun Santri Mandiri yang Menghargai Keberagamaan untuk Membangkitkan Peradaban Bangsa Menuju NKRI Hebat. Sejumlah agenda telah dijalankan berupa seminar, perlombaan, dan upacara.

Lomba baca kitab kuning ‘Keaswajaan dan Kebangsaan dihelat di Pondok Pesantren Nurul Hud  Desa Cikarageman Kecamatan Setu, 7-8 Oktober 2017. Berikutnya Lomba Seni Hadroh dan Marawis di Pondok Pesantren Al Fath Jalen Desa Jejalen Kecamatan Tambun Selatan, 7-8 Oktober 2017. Sementara Lomba Seni Pencak Silat dan Futsal di Pondok Pesantren An-Nadwah, Desa Lambang Sari Kecamatan Tambun Selatan, pada 14-15 Oktober 2017.

Ketua PanitiaHSN PCNU Kabupaten Bekasi KH Sholahuddin Al Hadi mengatakan hari santri adalah hari untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajah bangsa asing, bertepatan dengan resolusi jihad Mbah KH Hasyim pada tanggal 22 Oktober.

Di Bekasi semangat serupa dipelopori oleh KH. Noer Ali dan KH. Nawawi Cibarusah.

“Saya berharap dengan adanya perlombaan ini dapat menumbuhkan rasa kecintaan kita terhadap tradisi pesantren, dan membumihanguskan prasangka yang tidak baik bagi dunia pesantren, khususnya di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Selain itu, Seminar Kebangsaan Santri Mandiri NKRI Hebat digelar 21 Oktober 2017 di Auditorium Hotel Win Bekasi Timur. Acara saat itu dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Mantan Ketua Umum GP Ansor H. Nusron Wahid.

Puncak acara HSN 2017  Kabupaten Bekasi, ditandai dengan Upacara Hari Santri, serta pembagian hadiah lomba di Stadion Wibawa Mukti (Stadion Tambun) pada tanggal 28 Oktober 2017. Momentum tersebut dihadiri antara lain Habib Luthfi bin Yahya, Sastro Al- Ngatawi, dan Iwan Fals. (Ron/Kendi Setiawan)