::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air

Kamis, 02 November 2017 06:42 Nasional

Bagikan

Helmy Faishal: Nasionalisme NU Berdasar Ketulusan Mencintai Tanah Air
Yogyakarta, NU Online
Semangat nasionalisme yang diwariskan oleh ulama-ulama NU merupakan semangat nasionalisme yang didasari ketulusan untuk mencintai tanah airnya. Maka bagi orang NU sebetulnya tidak membutuhkan argumentasi yang macam-macam, sebab jiwa nasionalisme itu sudah tertanam dan inheren dalam diri masing-masing.

Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini dalam acara Seminar dan Bedah Buku Negara Khilafah Versus Negara Kesatuan RI karya Sri Yunanto di Auditorium UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Selasa (31/10).

Dalam paparannya, pria kelahiran Cirebon tersebut mengungkapkan bahwa bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang merupakan muahadah wathaniyah (konsensus kebangsaan) sudah final. Maka saat ini tidak diperlu lagi memperdebatkan lagi soal bentuk dan format negara.

"Konsep bernegara kita sudah ideal dalam konteks merangkul kemajemukan masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam keputusan NU di Situbondo, Pancasila merupakan dasar ideal untuk menjembatani dan mengakomodasi apa yang disebut sebagai kebinekaan," jelas Helmy.

Terkait dengan tantangan dan semangat nasionalisme kaum muda saat ini, Helmy menegaskan pentingnya mentransformasikan pesan-pesan nasionalisme dalam bentuk yang kreatif. Ia mencontohkan pesan dan kampanye melalui media sosial.

"Jumlah pengguna media sosial di Indonesia sudah cukup banyak. Maka perlu ditekankan dan dipikirkan untuk membuat gerakan dan formulasi kampanye pesan-pesan nasionalisme melalui sarana-sarana yang disebut sebagai media sosial. Ini sangat penting sebagai bentuk respon perkembangan zaman," ujar Helmy.

Hadir dalam acara tersebut, Sri Yunanto (penulis buku), Muhammad Chirzin (Pembedah) dan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof KH Yudian Wahyudi. (Red: Fathoni)