::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) :::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id :::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Murid dari Bermacam Agama, Ini Pendidikan di SMK Bakti Pangkalpinang

Senin, 13 November 2017 23:00 Kajian Keagamaan

Bagikan

Murid dari Bermacam Agama, Ini Pendidikan di SMK Bakti Pangkalpinang
Jakarta, NU Online
Jumlah peserta didiik di SMK Bakti Pangkalpinang, Bangka Belitung pada tahun 2015 sebanyak 657 orang, terdiri dari 299 laki-laki dan 358 perempuan. Masing-masing peserta didik memeluk salah satu dari enam agama yang saat itu diakui pemerintah RI.

Secara berurutan dari segi jumlah pemeluk agama adalah pemeluk agama Buddha berjumlah 233 orang (35,46 %), pemeluk  agama Konghucu 130 (19,79 %), pemeluk  agama Kristen 114 orang (17,35  %), pemeluk  agama Katholik 103 orang (15,68 %), pemeluk  agama Islam  76 orang (11,56 %), dan pemeluk  agama Hindu satu orang ( 0,15 %).

Berdasarkan penelitian Balitbang Diklat Kemenag, diketahui layanan pendidikan agama di SMK Bakti Pangkalpinang, Bangka Belitung yang dilaksanakan secara sistematis dan terstruktur mencakup Pendidikan Agama Buddha, Pendidikan Agama Kristen, Pendidikan Agama Katholik, dan Pendidikan Agama Islam. 

Sementara itu, Pendidikan Agama Konghucu dan Pendidikan Agama Hindu tidak disediakan di sekolah ini. Peserta didik yang beragama Konghucu mengikuti Pendidikan Agama Katolik dan Buddha. Sedangkan peserta didik yang beragama Hindu mengikuti Pendidikan Agama Buddha. 

Namun, kadang-kadang peserta didik yang beragama Hindu mengikuti kegiatan keagamaan di pura untuk belajar kepada tokoh agama Hindu. Guru Pendidikan Agama di sekolah ini berjumlah sebelas orang; terdiri dari dua guru Pendidikan Agama Islam, dan masing-masing tiga guru pendidikan agama Kristen, guru pendidikan agama Katholik, serta guru pendidikan agama Buddha. Tidak terdapat guru Pendidikan Agama Konghucu dan Hindu di sekolah ini.  

Pendidikan Agama Islam dilaksanakan pada jam efektif sebagaimana jadwal pelajaran pada umumnya. Pendidikan Agama Kristen, Katholik, dan Buddha dilaksanakan setiap Jumat siang di luar jam pelajaran sebagaimana jadwal pelajaran lainnya. Tempat ibadah yang ada berupa musala terletak di dalam kompleks sekolah. Buku pelajaran Pendidikan Agama untuk pegangan siswa dirasakan masih sangat kurang. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI